Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi tuan rumah Pertemuan Koordinasi Western Australia – East Java Universities Consortium (WAEJUC) for Research yang mempertemukan perwakilan 10 perguruan tinggi di Jawa Timur. Forum ini digelar di Ruang Amerta Lantai 4, Kampus C UNAIR, Kamis (2/4/2026), untuk memperkuat sinergi serta menjaga keberlanjutan program riset bersama mitra di Australia Barat.
Sepuluh perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium tersebut meliputi Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Malang, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Jember, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Universitas Negeri Surabaya. Kehadiran seluruh anggota konsorsium menegaskan peran Jawa Timur sebagai salah satu pusat kolaborasi riset internasional.
WAEJUC for Research merupakan inisiatif untuk meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring global, dan menghasilkan luaran riset yang berdampak bagi masyarakat dan industri. Selama lima tahun kepemimpinan UNAIR dalam WAEJUC Research, konsorsium mencatat sejumlah capaian kolaboratif, salah satunya implementasi program WAEJUC Joint Research. Program itu menyatukan 23 kelompok peneliti dari Jawa Timur dan Australia Barat dengan total 67 peneliti dalam jejaring riset kolaboratif.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR, Prof M Miftahussurur, dr MKes PhD, menyampaikan harapan agar WAEJUC dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat akses terhadap berbagai skema pendanaan. Ia juga mendorong sinergi dengan sektor industri dan pemerintah guna memastikan keberlanjutan program pada masa mendatang.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum transisi kepemimpinan WAEJUC Research. Setelah menjabat sebagai Co-Chair Research periode 2020–2026 di bawah kepemimpinan Prof Iman Harymawan, PhD, UNAIR menyerahkan kepemimpinan kepada Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil musyawarah, Brillyanes Sanawiri, PhD ditetapkan sebagai Co-Chair WAEJUC for Research periode 2026–2028.
Transisi kepemimpinan itu disebut mencerminkan komitmen anggota konsorsium untuk memperluas kolaborasi lintas sektor, tidak hanya di kalangan akademisi tetapi juga melibatkan praktisi dan industri di Australia Barat. Melalui pertemuan ini, anggota WAEJUC menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas kolaborasi, serta mendorong lahirnya riset unggulan yang berdampak secara global maupun lokal.