BERITA TERKINI
Ummat Gelar Dialog Riset dan Inovasi BRIN, Dorong Sinergi Kampus se-NTB

Ummat Gelar Dialog Riset dan Inovasi BRIN, Dorong Sinergi Kampus se-NTB

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menggelar Dialog Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama pimpinan perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman Ummat, Mataram, ini diarahkan untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi dan BRIN dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang kolaboratif serta berdampak bagi daerah dan nasional.

Forum tersebut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII yang diwakili Made Adi, S.H., Rektor Ummat Dr. Abdul Wahab, M.A., para wakil rektor, sekretaris rektor, pimpinan perguruan tinggi se-NTB, dosen, dan peneliti. Sejumlah narasumber dari BRIN turut hadir, yakni Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, Nungki Indrianti, S.E., M.A., serta Dwi Wiratno Prasetijo, M.Eng., yang menyampaikan materi dalam sesi dialog dan penguatan informasi strategis terkait riset dan inovasi.

Rektor Ummat Dr. Abdul Wahab menegaskan riset dan inovasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan perguruan tinggi yang maju dan berdaya saing. Ia menyampaikan bahwa melalui forum tersebut, Ummat ingin membuka ruang dialog, memperluas jejaring, serta memperkuat sinergi dengan BRIN dan perguruan tinggi se-NTB agar lahir lebih banyak riset yang relevan, solutif, dan berdampak bagi masyarakat.

Menurut Abdul Wahab, perguruan tinggi juga perlu terus memperkuat kolaborasi lintas institusi untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan, kualitas penelitian, dan kontribusi terhadap pembangunan.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII yang diwakili Made Adi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Ummat menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai forum semacam ini penting untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring antarpimpinan perguruan tinggi, serta membuka akses yang lebih luas terhadap peluang riset dan inovasi. Made Adi juga menekankan perlunya mendorong perguruan tinggi di daerah agar semakin adaptif, produktif, serta mampu membangun tata kelola akademik yang lebih kuat melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya.

Sesi pemaparan materi dipandu Prof. Joni Safaat Adiansyah, S.T., M.Sc., PhD. Dalam sesi utama, Prof. Agus Haryono memaparkan arah penguatan riset dan inovasi serta berbagai skema BRIN yang dapat diakses perguruan tinggi. Materi tersebut membahas peluang kerja sama, dukungan kelembagaan, dan arah pengembangan riset nasional yang terbuka bagi kampus-kampus di daerah.

Materi berikutnya disampaikan Nungki Indrianti yang menyoroti penguatan tata kelola, peluang kolaborasi, serta strategi pemanfaatan dukungan riset dan inovasi bagi perguruan tinggi. Paparan ini menekankan pentingnya kesiapan institusi dalam mengakses peluang pengembangan riset secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Pada sesi ketiga, Dwi Wiratno Prasetijo memaparkan materi yang mendorong perguruan tinggi agar lebih responsif terhadap dinamika riset, inovasi, dan pengembangan kelembagaan. Sesi ini menambah wawasan peserta mengenai langkah strategis yang dapat ditempuh kampus dalam memperkuat ekosistem akademik dan inovasi.

Dialog berlangsung interaktif melalui tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan undangan disebut mencerminkan tingginya perhatian terhadap penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan tinggi NTB.

Melalui kegiatan ini, Ummat menegaskan komitmennya membangun jejaring akademik dan memperluas kolaborasi kelembagaan melalui forum ilmiah. Dialog Riset dan Inovasi BRIN di Ummat diharapkan memperkokoh sinergi BRIN dan perguruan tinggi untuk melahirkan riset unggulan, inovasi strategis, serta kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.