Universitas Indonesia (UI) menegaskan komitmennya memperkuat internasionalisasi riset, publikasi, dan pengembangan talenta melalui penandatanganan perjanjian kerja sama Program Global Reach bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya UI meningkatkan rekognisi riset dan inovasi di tingkat global, sekaligus mempercepat target masuk 100 besar universitas dunia.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Sidang Gedung Rektorat Kampus UI Depok, Kamis, 7 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri Rektor UI Heri Hermansyah bersama jajaran wakil rektor dan direktur di lingkungan UI.
Dalam sambutannya, Heri menyatakan kerja sama Global Reach menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi akademik Indonesia di panggung internasional. Ia menekankan bahwa penguatan reputasi global UI ditopang oleh riset dan inovasi yang diakui secara internasional.
“Melalui Global Reach, kami ingin memastikan bahwa hasil riset dan inovasi UI tidak hanya bermanfaat bagi bangsa, tetapi juga diakui secara internasional, sehingga menjadi katalis yang mengakselerasi langkah UI menuju peringkat 100 besar dunia,” ujar Heri.
Heri juga menyampaikan UI tengah menyiapkan rencana ekspansi dengan menghadirkan kantor perwakilan di Shanghai dan Shenzhen, Tiongkok. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari internasionalisasi pendidikan, termasuk upaya menjaring mahasiswa dan peneliti asal Tiongkok untuk melanjutkan studi di Indonesia, khususnya di UI.
“Selain itu, ikhtiar ini juga menunjukkan kesungguhan UI dalam mengemban amanah sebagai kampus pionir pelaksana program Global Reach,” ucapnya.
Dukungan pemerintah terhadap program tersebut disampaikan Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Mukhamad Najib. Ia menyebut UI didorong menjadi kampus unggulan Indonesia dan diharapkan dapat menjadi pendorong kemajuan kampus lain di dalam negeri.
“UI kami dorong menjadi kampus flagship Indonesia. Dengan Global Reach, UI tidak hanya memperkuat posisinya di tingkat internasional, tetapi juga menjadi katalis bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk ikut maju,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Direktur Fasilitasi Riset Ayom Widipaminto, menjelaskan bahwa konsep Global Reach menempatkan UI sebagai pionir yang mendorong perguruan tinggi lain agar dapat maju bersama. Ia menyebut dukungan dana abadi penelitian diharapkan memperkuat ekosistem riset dan mempercepat capaian UI menuju peringkat 100 dunia.
Direktur Perencanaan dan Kinerja UI Yuni Krisyuningsih menambahkan, dana Rp100 miliar dari LPDP akan dikelola selama 18 bulan dengan sistem audit berkala untuk memastikan akuntabilitas. Ia menyebut sekitar 70% dari total dana difokuskan pada kegiatan penelitian yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan peneliti asing, dengan target menghasilkan publikasi internasional bereputasi tinggi.
Sisa pendanaan, lanjut Yuni, diarahkan untuk pengembangan talenta akademik melalui program sabbatical, visiting professor, serta kolaborasi dengan universitas mitra internasional. Skema ini dirancang untuk memperkuat atmosfer riset UI sekaligus memastikan hasil penelitian berkontribusi pada reputasi global kampus dan mendukung posisi UI dalam persaingan universitas dunia.
Dalam konteks yang lebih luas, Indonesia masih menghadapi tantangan daya saing global. Pada IMD World Competitiveness Ranking 2025, Indonesia turun dari peringkat 34 menjadi 47, yang dikaitkan dengan lemahnya kapasitas inovasi, kualitas infrastruktur, dan efisiensi birokrasi. Sementara dalam Global Innovation Index (GII), Indonesia turun dari peringkat 54 pada 2024 menjadi 55 pada 2025, mencerminkan masih kurangnya kuantitas input riset meski output publikasi dan paten meningkat.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa riset dan publikasi internasional belum sepenuhnya menjadi motor penggerak daya saing nasional. Melalui Global Reach, UI menyatakan komitmennya memperkuat rekognisi riset, inovasi, dan publikasi di mata dunia dengan mengimplementasikan skema knowledge to impact pipeline, yakni mekanisme agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi, tetapi berlanjut menjadi solusi yang berdampak bagi masyarakat, industri, dan kebijakan publik.
Program Global Reach merupakan bagian dari Program Semesta Kemdiktisaintek yang berfokus memperluas jangkauan internasional riset dan publikasi Indonesia. Melalui kerja sama ini, UI menegaskan kesiapan untuk memperkuat riset internasional di kampus dan mempercepat langkah dari peringkat 189 menuju 100 besar universitas dunia.