Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) kembali mencatat capaian di tingkat regional setelah masuk empat besar Klaster III Pratama dalam pemeringkatan riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi swasta di wilayah LLDIKTI IX Sultanbatara.
Pencapaian tersebut diumumkan dalam kegiatan Penandatanganan Kontrak Program Pendanaan Riset, PKM, dan Hilirisasi Tahun 2026 yang digelar pada 11 Mei 2026 di LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Tamalanrea, Makassar. Penilaian mencakup perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Secara nasional, klaster perguruan tinggi dibagi ke dalam empat tingkatan, yakni Klaster I Mandiri, Klaster II Madya, Klaster III Pratama, dan Klaster IV Binaan. Posisi klaster digunakan sebagai ukuran kapasitas kelembagaan riset dan pengabdian suatu perguruan tinggi.
Masuknya UNIMAJU ke jajaran teratas Klaster III Pratama dinilai mencerminkan meningkatnya daya saing dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah persaingan ribuan proposal di tingkat nasional, capaian ini juga memperlihatkan bahwa kampus-kampus daerah mulai mampu bersaing dan tampil sebagai kekuatan baru riset di kawasan timur Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan perguruan tinggi swasta serta ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) se-wilayah Sultanbatara. Dalam kesempatan yang sama, LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara juga mencatat capaian dengan menempati posisi ketiga nasional dari 16 LLDIKTI dalam perolehan pendanaan riset dan PKM tahun 2026.
Dari total 4.142 proposal yang diajukan, sebanyak 1.095 judul dinyatakan memperoleh pendanaan pada skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, menyampaikan bahwa capaian tahun ini dinilai membanggakan karena penerima hibah banyak berasal dari perguruan tinggi di luar Kota Makassar. Menurutnya, hampir seluruh daerah mendapatkan kesempatan pendanaan.
Ia menambahkan, pemerintah terus memperluas peluang hibah melalui berbagai skema, termasuk riset, PKM, hilirisasi, inovasi, dan kolaborasi strategis. Pemerintah juga menyiapkan alokasi sekitar Rp2 triliun untuk penguatan riset dan pengabdian masyarakat secara nasional. “Ini luar biasa. Kampus daerah semakin menunjukkan kualitasnya. Ke depan akan muncul lagi berbagai skema pendanaan baru dan kita berharap dosen-dosen terus meningkatkan kualitas proposalnya,” ujarnya.
Bagi UNIMAJU, posisi empat besar Klaster III Pratama dipandang sebagai sinyal menguatnya budaya akademik berbasis riset, tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pada upaya menghadirkan solusi melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Capaian tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat publikasi ilmiah, hilirisasi produk riset, inovasi daerah, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah, masyarakat, dan dunia industri.