ParagonCorp memperkuat transformasi teknologi di sektor riset dan pengembangan (R&D) melalui pengembangan Smart Lab 2.0, sebuah ekosistem laboratorium berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk mempercepat inovasi produk sekaligus memahami kebutuhan konsumen Indonesia secara lebih presisi.
Langkah ini disebut menjadi strategi perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk kecantikan yang lebih personal, relevan, dan berbasis sains. Dengan lebih dari 17 brand dan lebih dari 2.000 portofolio produk aktif, kompleksitas proses riset dan pengembangan dinilai semakin tinggi.
Penguatan Smart Lab 2.0 disampaikan dr. Sari Chairunnisa dalam forum Indonesia Cosmetic Ingredients 2026 yang digelar PERKOSMI di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam presentasi bertajuk “AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Discovery & Intelligent Experiment Design”, ia menjelaskan bahwa AI mulai terintegrasi dalam proses formulasi produk, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen.
“Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas infrastruktur R&D yang telah terintegrasi. Tujuannya bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga membantu proses riset menjadi lebih adaptif, sistematis, dan scalable,” ujar dr. Sari.