BERITA TERKINI
UGM Gelar International Summer Course untuk Perkuat Kolaborasi Riset Bioteknologi dan Pertanian Berkelanjutan

UGM Gelar International Summer Course untuk Perkuat Kolaborasi Riset Bioteknologi dan Pertanian Berkelanjutan

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan 10th International Summer Course bertema “The Intersection of Biotechnology and Agriculture: Gene Editing for a Healthier Future” sebagai upaya memperkuat kolaborasi riset dan inovasi untuk pembangunan pertanian berkelanjutan.

Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Budi Guntoro mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi akademik dan riset, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberi kontribusi nyata bagi pertanian berkelanjutan. Program ini digelar secara hibrid di Kampus UGM Yogyakarta pada 4–16 Mei 2026.

Menurut Budi, penyelenggaraan program internasional itu merupakan bagian dari komitmen UGM dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan jejaring global. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, serta kolaborasi lintas negara untuk merespons tantangan global di bidang pertanian, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti perkembangan pesat bioteknologi, khususnya teknologi gene editing atau pengeditan gen, yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong sistem pertanian yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, pihaknya menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memimpin riset inovatif dan membangun kolaborasi global, sekaligus menilai relevansi gene editing untuk mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas kesehatan hewan dan manusia di masa depan.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Danang Sri Hadmoko menyatakan UGM berupaya memperkuat posisi sebagai mitra global dalam pengembangan keamanan pangan berbasis riset melalui kemitraan internasional. Ia menambahkan penguatan riset pertanian dan ketahanan pangan tersebut tidak berhenti pada forum akademik, tetapi diarahkan menjadi katalisator kolaborasi strategis pada masa mendatang.

Danang menyebut momentum ini sebagai tonggak penting bagi UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi pada isu global, sekaligus memperkuat jejaring kemitraan untuk generasi berikutnya.

Rangkaian kegiatan meliputi kuliah, diskusi, dan sesi interaktif. Melalui program ini, peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai penerapan bioteknologi dalam pertanian serta membangun jejaring akademik yang berkelanjutan.

International Summer Course tersebut diikuti 112 peserta dari 19 negara. Keberagaman latar belakang peserta disebut turut memperkaya diskusi dan memperluas perspektif global selama program berlangsung.