Tuntun Sekuritas Indonesia memperkenalkan fitur berbasis kecerdasan buatan generatif bernama Tuntun AI yang terintegrasi dalam aplikasi investasinya pada awal April 2026. Perusahaan menyebut fitur ini sebagai implementasi teknologi generative AI secara langsung (native) di platform broker pasar modal di Indonesia, dengan sasaran membantu investor ritel menganalisis data dan mengambil keputusan investasi.
Perusahaan menilai derasnya arus informasi di pasar modal membuat investor kerap berhadapan dengan banyak data, rumor, dan sentimen yang berpotensi menimbulkan kebingungan. Situasi tersebut dikenal sebagai “analysis paralysis”, ketika investor kesulitan mengambil keputusan karena terlalu banyak informasi yang harus diproses.
Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia Ricki Juliandi mengatakan fitur itu dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan (decision-support system) bagi investor. “Selama ini, musuh terbesar investor ritel bukanlah fluktuasi pasar, melainkan emosi mereka sendiri. Melalui Tuntun AI, kami tidak sekadar memberikan tools trading atau data mentah, tapi menghadirkan 'otak rasional' yang mendampingi mereka 24 jam penuh di dalam aplikasi dalam mendukung analisa data,” ujar Ricki dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Ricki menjelaskan, Tuntun AI dirancang untuk membantu pengguna menerjemahkan data pasar menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan relevan untuk pengambilan keputusan. Secara fungsional, pengguna dapat mengajukan pertanyaan atau memilih saham tertentu di dalam aplikasi, yang kemudian dijawab dengan penjelasan berbasis data.
Sistem tersebut juga disebut menampilkan data pasar secara real-time sehingga pengguna dapat mengakses informasi sesuai kondisi terkini. Selain itu, Tuntun AI diklaim mampu memberikan pemahaman kontekstual terhadap kondisi pasar, termasuk arah pergerakan, sektor yang terdampak, serta faktor yang memengaruhi perubahan.
Pada level analisis saham, Tuntun AI menggabungkan sejumlah pendekatan, seperti analisis fundamental, teknikal, aliran dana, serta berita dan referensi harga wajar. Pendekatan ini ditujukan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap suatu saham.
Fitur lain yang disediakan mencakup evaluasi portofolio (portfolio health-check) yang memuat informasi komposisi aset, tingkat konsentrasi investasi, serta potensi risiko apabila terjadi koreksi di sektor tertentu. Tersedia pula analisis berbasis sektor (sector insight) yang menampilkan tren industri, faktor pendorong pergerakan sektor, serta saham-saham terkait.
Ricki menegaskan, teknologi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran investor dalam mengambil keputusan. “Tuntun AI dirancang murni sebagai alat bantu berpikir. Investor tetap memegang kendali penuh dan menjadi pengambil keputusan utama atas dana mereka,” ujarnya.
Menurut dia, pengembangan fitur ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong literasi dan inklusi pasar modal melalui pemanfaatan teknologi. “Kami percaya bahwa ke depan, pendampingan investasi berbasis Generative AI akan menjadi standar baru di industri sekuritas nasional. Tuntun AI menjadi langkah awal Tuntun Sekuritas dalam membangun pengalaman investasi yang lebih cerdas dan adaptif di masa depan,” kata Ricki.