BERITA TERKINI
Tren Gadget Retro Kembali Dilirik pada 2024, Ini Sejumlah Pendorongnya

Tren Gadget Retro Kembali Dilirik pada 2024, Ini Sejumlah Pendorongnya

Tren gadget retro kembali mencuat pada 2024, bukan semata karena nostalgia, melainkan karena kebutuhan akan perangkat yang lebih sederhana dan fokus. Sejumlah konsumen mulai melirik kembali teknologi lama yang menawarkan fungsi tunggal, minim gangguan, serta memberi pengalaman penggunaan yang terasa lebih “fisik” dan otentik.

Pergeseran ini muncul di tengah kejenuhan terhadap smartphone modern yang serba bisa, namun kerap dianggap melelahkan karena kompleks dan terus menuntut perhatian. Dalam situasi tersebut, perangkat lawas dinilai menghadirkan alternatif: melakukan satu tugas dengan baik tanpa mengundang distraksi.

Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana tren teknologi dapat bergerak layaknya siklus mode. Produk yang sempat dianggap usang beberapa tahun lalu kembali hadir dengan narasi baru, yakni pencarian atas pengalaman yang lebih sederhana dan terasa nyata.

Kebangkitan perangkat klasik terlihat di berbagai kategori, mulai dari ponsel, kamera, hingga audio. HMD Global, misalnya, menghidupkan kembali Nokia 3210 4G. Ponsel ini membawa konektivitas yang lebih modern, tetapi tetap mempertahankan kesederhanaan fungsi dasar yang menjadi daya tariknya.

Di ranah audio, sejumlah produsen juga mengadopsi pendekatan serupa. Sennheiser meluncurkan earphone kabel CX 80U dan headphone HD 400U dengan koneksi USB-C, yang disebut dapat mengurangi kerumitan penggunaan Bluetooth yang terkadang tidak stabil.

Selain ponsel dan audio, kamera digital ringkas atau compact camera juga kembali diminati di tengah dominasi kamera smartphone. Fujifilm dan Ricoh disebut tetap konsisten memproduksi kamera yang berfokus pada hasil foto tanpa campur tangan algoritma yang berlebihan. Bagi sebagian pengguna, perangkat ini memberi ruang untuk memotret tanpa harus berhadapan dengan notifikasi atau aktivitas lain yang biasanya melekat pada ponsel.

Kembalinya minat pada media fisik turut menguatkan tren tersebut. Blu-ray 4K dan piringan hitam kembali naik daun, dengan salah satu pertimbangannya adalah soal kepemilikan. Berbeda dari layanan streaming, koleksi fisik tidak akan hilang dari perpustakaan pengguna hanya karena persoalan lisensi. Bagi sebagian orang, format fisik memberikan rasa aman yang tidak ditawarkan ekosistem berbasis cloud.

Secara umum, tren gadget retro pada 2024 mencerminkan pencarian “pintu keluar” dari ekosistem digital yang dinilai terlalu mengikat. Di saat yang sama, isu privasi juga menjadi perhatian, mendorong sebagian konsumen memilih perangkat yang lebih sederhana dan tidak selalu terhubung.