Pasar teknologi konsumen pada 2026 menunjukkan dua arus menarik. Di tengah dominasi perangkat nirkabel, earphone kabel justru kembali populer karena dinilai praktis dan terjangkau. Pada saat yang sama, persaingan ponsel kelas menengah kian memanas, dengan sejumlah model terbaru dari Oppo disebut menonjol berkat dukungan chipset generasi terkini.
Bagi sebagian pengguna, earphone kabel tetap menjadi pilihan karena menawarkan pengalaman penggunaan yang sederhana. Berbeda dengan perangkat True Wireless Stereo (TWS) yang memerlukan pengisian daya, earphone kabel dapat digunakan tanpa kekhawatiran baterai habis saat mendengarkan musik atau melakukan panggilan. Koneksi fisik juga dianggap memberikan kestabilan yang berujung pada suara yang lebih kaya, detail, dan minim distorsi dibandingkan transmisi nirkabel yang terkadang terdampak interferensi.
Tren ini turut tercermin di kanal belanja daring. Shopee mencatat adanya lonjakan permintaan untuk kategori earphone kabel, dengan beragam merek menawarkan harga yang relatif rendah, bahkan mulai dari kisaran Rp20.000-an. Pilihan desain yang bervariasi, dari minimalis hingga futuristik, ikut memperluas daya tariknya. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa di era perangkat serba nirkabel, solusi analog masih memiliki penggemar tersendiri.
Di segmen lain, ponsel kelas menengah pada 2026 semakin agresif menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga kompetitif. Oppo menjadi salah satu merek yang mendapat sorotan melalui lini midrange, di mana beberapa model terbaru dilaporkan mampu mencatat skor AnTuTu yang impresif sebagai indikator performa sistem. Pencapaian ini dikaitkan dengan penggunaan System-on-Chip (SoC) MediaTek Dimensity generasi terbaru yang menjanjikan peningkatan kecepatan pemrosesan, efisiensi daya, serta kemampuan grafis.
Penguatan performa ini membuat konsumen memiliki lebih banyak opsi untuk mendapatkan ponsel bertenaga tanpa perlu masuk ke kelas flagship. Sejumlah model baru yang dirilis pada 2026 juga membawa fitur yang sebelumnya lebih umum di kelas atas, seperti layar refresh rate hingga 120Hz, RAM besar untuk multitasking, baterai berkapasitas jumbo, dukungan 5G, serta NFC untuk transaksi digital. Dalam rentang harga di bawah Rp3 juta, kombinasi fitur tersebut memperlebar pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran.
Selain performa, aspek kamera dan video juga semakin diperhatikan, terutama seiring meningkatnya tren pembuatan konten dan vlogging. Salah satu fitur yang makin sering hadir adalah Dual Record Video atau Dual-View Video, yang memungkinkan perekaman dari dua kamera secara bersamaan, misalnya kamera depan dan belakang. Fitur ini memudahkan pengguna merekam reaksi sekaligus menangkap pemandangan dalam satu klip video.
Secara keseluruhan, perkembangan gadget pada 2026 memperlihatkan bahwa inovasi tidak hanya terjadi di segmen premium. Earphone kabel kembali menemukan momentumnya lewat kombinasi kepraktisan dan harga, sementara ponsel kelas menengah kian kaya fitur dan performa. Kondisi tersebut membuat persaingan pasar semakin ketat, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap perangkat teknologi yang kian mumpuni.