Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengirim tiga akademisinya untuk berpartisipasi dalam 12th International Conference on Environment and Renewable Energy (ICERE) di Vietnam pada 28 Februari hingga 2 Maret 2026. Keikutsertaan ini disebut sebagai bagian dari upaya kampus memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat orientasi pengembangan riset di tingkat global.
Rektor Unesa Nurhasan, yang akrab disapa Cak Hasan, menyatakan kehadiran akademisi Unesa di forum internasional menjadi salah satu indikator kesiapan kampus mendorong transformasi menuju World Class University (WCU). Ia menekankan bahwa partisipasi tersebut tidak hanya sebatas hadir, melainkan juga membawa gagasan dan inovasi riset yang ditujukan untuk mendukung masa depan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo, menambahkan bahwa universitas memberikan dukungan kepada dosen yang aktif berkontribusi dalam forum ilmiah internasional. Menurutnya, keterlibatan dalam konferensi global menjadi langkah strategis untuk meningkatkan reputasi riset serta membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara.
Dukungan tersebut, menurut Unesa, juga diwujudkan melalui Program EQUITY yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini ditujukan untuk mendorong kontribusi ilmuwan Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam ICERE Vietnam, delegasi Unesa yang terdiri dari Nadi Suprapto, Husni Mubarok, dan Moch. Mubarok Muharam mempresentasikan enam karya ilmiah. Seluruhnya berfokus pada pengembangan energi terbarukan dan masa depan energi bersih.
Topik riset yang dipaparkan mencakup isu-isu strategis global, antara lain konsep universitas hijau, pengembangan teknologi energi angin dan gelombang laut, serta inovasi desain bangunan ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Pimpinan Unesa menilai partisipasi dalam forum internasional seperti ICERE tidak hanya menjadi ajang diseminasi hasil riset, tetapi juga investasi untuk memperluas jejaring kolaborasi global. Melalui kontribusi ilmiah dan kerja sama internasional yang terus diperluas, Unesa menyatakan akan melanjutkan penguatan peran sebagai pusat pengembangan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing riset menuju perguruan tinggi berkelas dunia.