Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut penerapan rollover atau akumulasi kuota data berpotensi mendorong kenaikan tarif internet. Menanggapi hal tersebut, operator seluler Telkomsel menyampaikan hasil kajian yang menjadi pertimbangannya.
VP Corporate Communications, Social & Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan penerapan rollover di sejumlah negara yang telah memberlakukannya berdampak pada biaya layanan yang semakin mahal.
Menurut Fahmi, salah satu contoh yang menjadi pembanding adalah Singapura. Ia menyebut harga layanan di negara yang menerapkan rollover cenderung tinggi.
Telkomsel, kata Fahmi, masih melakukan kajian dan menyiapkan masukan terkait wacana tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa proses di Mahkamah Konstitusi (MK) masih berjalan, sehingga perusahaan akan terus mengkaji dampak jika kebijakan rollover diberlakukan.
“Kita juga mau kaji, kita kasih feedback karena kan ini MK juga masih bergulir ya. Kita kaji kalau misalnya memang akan diberlakukan rollover akan impact terhadap pelanggan dan impact juga terhadap di semua operator,” ujar Fahmi saat ditemui di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Rabu (25/2/2026).