PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari percepatan transformasi digital di Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program “Data Unboxed @Campus” bertajuk “Strengthening Indonesia’s AI Ecosystem: From Campus Innovation to National Impact” yang digelar di Universitas Udayana, Bali, Jumat (10/4).
Berkolaborasi dengan Katadata Indonesia, kegiatan ini menghadirkan diskusi interaktif antara mahasiswa dan praktisi industri untuk mengeksplorasi inovasi AI serta pengembangan talenta digital secara kolaboratif. Telkom menyebut forum ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem digital nasional melalui pendekatan end-to-end, mulai dari pengembangan talenta hingga implementasi AI di berbagai sektor.
Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., dalam pembukaan acara menekankan pentingnya pemanfaatan AI yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. Ia juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi agar riset berkelanjutan dapat menghasilkan dampak nyata.
VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, menyoroti peran teknologi dalam meningkatkan daya saing bangsa di era digital. “AI bukan lagi masa depan, tapi enabler utama saat ini,” kata Andri. Ia mengajak akademisi dan industri bersinergi, dengan kampus sebagai titik awal inovasi dan pengembangan talenta, sementara industri mempercepat implementasi solusi di masyarakat.
Andri juga menekankan pentingnya membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan melalui pengembangan talenta. Menurutnya, sinergi antara teknologi, infrastruktur, akses data, dan kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci dalam menghadirkan solusi AI yang relevan. Kerja sama dengan perguruan tinggi dinilai strategis untuk mencetak talenta digital yang adaptif dan siap menghadapi kebutuhan industri.
Dalam sesi panel discussion, diskusi menghadirkan Andri Herawan Sasoko, EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa, serta dosen dan praktisi AI I Putu Agus Eka Darma Udayana sebagai perwakilan akademisi. Panel membahas implementasi AI di industri, kesiapan talenta digital, serta pentingnya integrasi riset kampus dengan kebutuhan pasar agar inovasi dapat dihilirisasi secara optimal.
Komang menjelaskan Telkom telah mengimplementasikan AI melalui berbagai solusi digital dan memperkuat kapabilitasnya lewat Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang ditopang lima pilar dengan pendekatan kolaborasi pentahelix. Pilar AI Campus berfokus pada riset, pembelajaran, dan pengembangan kompetensi AI di lingkungan akademik. Empat pilar lainnya diarahkan pada “hilirisasi”, yakni AI Playground untuk uji coba cepat dan pengembangan prototipe, AI Connect untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara kampus, komunitas, pemerintah, dan industri, AI Hub sebagai pusat berbagi use case dan solusi AI siap implementasi, serta AI Native sebagai fondasi penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup.
“Telkom telah mengembangkan berbagai use case AI yang terintegrasi dengan platform data dan digital services, mulai dari analitik bisnis hingga pengambilan keputusan berbasis data. Melalui AI Center of Excellence, kami membangun kapabilitas end-to-end, dari data, model, hingga deployment agar AI tidak berhenti di konsep, tetapi benar-benar memberikan value nyata bagi industri dan masyarakat,” ujar Komang.
Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu fokus kegiatan. Selain mengikuti sesi keynote dan panel, mahasiswa berpartisipasi dalam tanya jawab interaktif, diskusi dengan narasumber, serta eksplorasi studi kasus implementasi AI di dunia industri. Mahasiswa juga memperoleh akses ke platform data Databoks dari Katadata untuk memperkuat literasi data dan kemampuan analitis, serta memahami pemanfaatan data dan AI dalam berbagai bidang profesi.
Dalam dukungan penguatan literasi data di kampus, Telkom bersama Katadata menyalurkan bantuan berupa satu unit perangkat desktop untuk perpustakaan Universitas Udayana yang dilengkapi akses penuh Databoks Premium selama satu tahun. Selain itu, disediakan akses langganan bagi 100 mahasiswa selama satu bulan. Inisiatif ini diharapkan mendukung riset, analisis data, pembelajaran berbasis data, dan pengembangan kapabilitas AI di kalangan mahasiswa serta civitas akademika.
Melalui program ini, Telkom dan Katadata menyatakan komitmennya membangun ekosistem pembelajaran yang aplikatif agar mahasiswa memahami praktik dan peluang karier di era digital. Telkom juga menyampaikan akan terus memperkuat infrastruktur digital untuk mendukung pengembangan ekosistem AI nasional.