BERITA TERKINI
Tata Kelola Data Dinilai Jadi Tantangan Utama Implementasi AI di Industri Migas

Tata Kelola Data Dinilai Jadi Tantangan Utama Implementasi AI di Industri Migas

JAKARTA — Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di industri minyak dan gas (migas) dinilai berpotensi menghadirkan efisiensi dan transformasi besar. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan.

Oil and Gas Industry Principal Aveva, Cindy Crow, mengatakan tantangan terbesar penerapan AI di sektor migas saat ini terletak pada kesiapan dan tata kelola data perusahaan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara eksklusif dengan KompasTekno pada Senin (13/4/2026) di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan. Aveva merupakan penyedia solusi perangkat lunak dan platform digital asal Inggris.

Menurut Cindy, banyak perusahaan migas sebenarnya sudah memiliki data dalam jumlah besar. Namun, data tersebut kerap belum dikelola dengan baik atau tidak konsisten. Kondisi itu membuat AI sulit menghasilkan keluaran yang optimal karena kinerja AI sangat bergantung pada kualitas data yang dianalisis.

Ia menekankan pentingnya data governance sebagai fondasi ketika perusahaan migas ingin mengintegrasikan AI ke dalam sistem mereka. Tanpa dasar tata kelola data yang kuat, implementasi AI berisiko memunculkan insight yang tidak tepat, menyesatkan pengambilan keputusan, dan pada akhirnya membuat proses menjadi tidak efisien.

Selain persoalan data, Cindy menilai tantangan lain muncul dari sisi penggunaan teknologi itu sendiri. Ia berpendapat risiko terbesar bukan berasal dari AI, melainkan dari manusia yang mengoperasikan dan mengelolanya. Kesalahan penggunaan, kurangnya pemahaman, hingga celah keamanan dapat terjadi jika sistem tidak dikelola dengan baik.

“Saya sebenarnya tidak terlalu khawatir dengan AI. Saya lebih khawatir dengan apa yang dilakukan orang terhadap teknologi tersebut, dan ada banyak risiko keamanan jika teknologi seperti ini disalahgunakan,” kata Cindy.

Meski begitu, ia menyebut AI juga dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi berbagai risiko tersebut, asalkan perusahaan menggunakan alat AI yang tepat. Dengan dukungan AI, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan analitik untuk kelancaran bisnis, mendeteksi potensi kerentanan sistem, mengidentifikasi anomali, serta memperkuat keamanan operasional.

Dalam kesempatan itu, Cindy menyampaikan Aveva memiliki berbagai perangkat AI yang relevan untuk industri migas, antara lain Aveva Connect, PI System, Unified Engineering, Operations Control, dan Enterprise Resource Management. Ia menilai pemakaian AI di industri migas ke depan akan semakin berkembang dan terintegrasi dengan operasional bisnis.