Layanan internet satelit Starlink milik SpaceX dilaporkan telah melampaui 10 juta pengguna aktif secara global sejak diluncurkan pada 2020. Seiring pencapaian tersebut, SpaceX mengumumkan pemangkasan harga dan pemberian subsidi perangkat sebagai upaya memperluas pasar di tengah persaingan industri internet satelit yang kian ketat.
Dalam program penurunan harga yang digulirkan di berbagai wilayah, SpaceX memangkas harga terminal standar maupun versi Mini. Tarif internasional juga disebut turun sekitar 15% hingga 40%.
Selain pemangkasan tarif, SpaceX juga memberikan perangkat terminal gratis kepada mitra distribusi di sejumlah wilayah. Nilai perangkat tersebut disebut sekitar US$600 per unit. Di beberapa negara, perangkat bahkan dapat diperoleh tanpa biaya melalui kontrak layanan tertentu.
Langkah agresif ini muncul di tengah rencana yang disebut berkaitan dengan persiapan IPO SpaceX serta menjelang peluncuran Amazon Project Kuiper, layanan internet satelit pesaing yang diperkirakan hadir dalam waktu dekat. Strategi tersebut dinilai bertujuan menarik sebanyak mungkin pelanggan sebelum kompetisi semakin ketat.
Namun, Elon Musk membantah bahwa kebijakan tersebut terkait langsung dengan Amazon. Ia menyatakan tujuan utama SpaceX adalah membuat Starlink lebih terjangkau dan dapat diakses lebih banyak orang. Menurut Musk, biaya layanan yang lebih rendah dinilai dapat memperbesar manfaat bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.
Dalam rencana pengembangan jaringan, Starlink juga menargetkan jumlah satelit segera menembus 10.000 unit. Sementara itu, proyeksi pengguna disebut berada di kisaran 9,2 juta pada akhir 2025 dan meningkat menjadi 18,4 juta pada 2026. Efek skala dari bertambahnya jumlah satelit dan pengguna disebut menjadi salah satu faktor utama yang menurunkan biaya layanan.
Di sisi lain, Starlink juga menghadapi tantangan dari Amazon melalui proyek Kuiper yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026. Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) telah menyetujui ekspansi jaringan Kuiper hingga 7.700 satelit.
Amazon disebut menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat layanan tersebut, termasuk integrasi dengan ekosistem Amazon Prime, pemanfaatan jaringan bisnis dan pemerintah melalui AWS, serta percepatan perizinan global.