Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam menyatakan layanan internet satelit orbit rendah seperti Starlink diperkirakan tidak akan menjadi pesaing langsung bagi layanan broadband tetap dan seluler yang saat ini disediakan perusahaan-perusahaan telekomunikasi di Vietnam.
Pernyataan itu disampaikan Nguyen Anh Cuong, Wakil Direktur Departemen Telekomunikasi, dalam konferensi pers rutin kementerian pada Maret 2026. Ia mengatakan Starlink Services Vietnam Co., Ltd. telah memperoleh dua lisensi dari Departemen Telekomunikasi untuk menyediakan layanan telekomunikasi dengan infrastruktur jaringan dalam rangka uji coba penerapan layanan telekomunikasi menggunakan teknologi satelit orbit rendah di Vietnam.
Dalam fase uji coba tersebut, jumlah pelanggan dibatasi maksimal 600.000. Angka itu disebut setara sekitar 2,5% dari total pelanggan broadband tetap di Vietnam. Selain itu, uji coba didukung oleh empat stasiun gerbang yang ditempatkan di Phu Tho, Da Nang, dan Kota Ho Chi Minh.
Cuong menegaskan, setelah mengantongi izin, Starlink tetap wajib mematuhi seluruh ketentuan hukum terkait pengelolaan harga dan persaingan, sebagaimana pelaku usaha telekomunikasi lain di pasar Vietnam. Ia menyebut aturan penetapan harga menjamin prinsip keterbukaan dan transparansi, serta menghormati hak pelaku usaha dan individu untuk menetapkan harga dan bersaing sesuai ketentuan.
Dari sisi pasar, Departemen Telekomunikasi menilai biaya penggunaan Starlink yang diproyeksikan masih relatif tinggi dibandingkan rata-rata umum. Pengguna individu di Vietnam diperkirakan perlu membayar sekitar US$435 pada bulan pertama, yang mencakup sekitar US$350 untuk perangkat terminal dan US$85 biaya layanan. Mulai bulan kedua dan seterusnya, pengguna membayar sekitar US$85 atau sekitar 2,2 juta dong Vietnam per bulan untuk mempertahankan koneksi.
Menanggapi kekhawatiran bahwa Starlink dapat menurunkan harga dan bersaing langsung dengan operator domestik, perwakilan Departemen Telekomunikasi mengatakan pemerintah akan memperkuat pengawasan apabila terdapat penyesuaian harga—terutama penurunan harga—yang menunjukkan tanda-tanda persaingan tidak sehat. Otoritas berwenang akan menerapkan ketentuan hukum tentang penetapan harga dan persaingan untuk menangani persoalan tersebut.
“Badan pengatur memastikan bahwa bisnis beroperasi dalam kondisi persaingan yang adil, menjaga lingkungan kompetitif yang sehat, dan mendorong perkembangan pasar yang sehat,” kata Cuong.