Snap, perusahaan induk aplikasi Snapchat, memangkas sekitar 1.000 karyawan. Keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) ini diumumkan pada Rabu (15/4/2026) waktu Amerika Serikat.
Jumlah tersebut setara sekitar 16 persen tenaga kerja penuh waktu. Selain itu, Snap juga menghapus lebih dari 300 posisi yang belum terisi.
CEO Snap Evan Spiegel mengatakan, langkah ini diambil untuk memprioritaskan investasi yang dinilai bernilai bagi perusahaan dalam jangka panjang sekaligus menekan pengeluaran. Dalam memo kepada karyawan, Spiegel menyebut perusahaan telah meninjau pekerjaan yang diperlukan untuk melayani komunitas dan mitra, sebelum mengambil keputusan yang ia sebut sebagai pilihan sulit.
Spiegel menyampaikan bahwa PHK dan penyesuaian organisasi diperkirakan dapat menghemat anggaran hingga 500 juta dollar AS pada semester II-2026, atau sekitar Rp 8,5 triliun. Sebagai pengganti sebagian peran yang dipangkas, Snap akan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu meringankan beban kerja tim yang jumlah anggotanya berkurang.
Menurut Spiegel, kemajuan AI dapat membantu mengurangi pekerjaan berulang, meningkatkan kecepatan kerja, serta mendukung komunitas, mitra, dan pengiklan. Ia juga menyebut beberapa tim di Snap telah menunjukkan hasil yang berarti dari pemanfaatan teknologi tersebut.
Snap tidak merinci divisi mana saja yang terdampak maupun jumlah pekerja di kantor pusat California yang terkena PHK. Namun, perusahaan menyatakan karyawan terdampak akan menerima pesangon. Mengacu dokumen Snap ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), perusahaan memperkirakan biaya pesangon berkisar 95 juta hingga 130 juta dollar AS, atau sekitar Rp 1,6 triliun hingga Rp 2,22 triliun.
PHK ini terjadi dua tahun setelah Snap memangkas 500 karyawan pada Februari 2024. Saat itu, perusahaan menyebut langkah tersebut dilakukan agar dapat fokus pada prioritasnya. Berdasarkan dokumen ke SEC pada periode tersebut, Snap memangkas sekitar 10 persen karyawan secara global. Pada akhir kuartal III-2023, Snap melaporkan jumlah karyawan sebanyak 5.367 orang.
Gelombang PHK di Snap juga telah berlangsung sejak 2022. Dalam beberapa putaran, total karyawan yang terdampak disebut telah mencapai lebih dari 1.300 orang. Pada November 2023, Snap juga memangkas sekitar 20 manajer produk.