PATI — SMP Negeri 1 Jaken resmi menerapkan aplikasi Sistem Pemantauan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (SEPAKAT) sebagai inovasi pemantauan perkembangan karakter dan kebiasaan peserta didik secara digital, sistematis, dan berkelanjutan.
Kepala SMPN 1 Jaken, Slamet Suladi, mengatakan aplikasi SEPAKAT dirancang untuk membantu guru memantau perkembangan siswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek karakter. Penerapannya dilatarbelakangi kebutuhan sekolah untuk memiliki sistem pemantauan yang lebih efektif dibanding metode manual yang selama ini digunakan.
Program ini mulai diimplementasikan pada awal semester genap tahun ajaran 2025/2026 di lingkungan SMPN 1 Jaken. “Kami ingin memastikan bahwa peserta didik berkembang secara utuh, baik pengetahuan maupun sikap. Melalui aplikasi ini, pemantauan menjadi lebih terukur, transparan, dan berkesinambungan,” ujar Slamet, Rabu, 22 April 2026.
SEPAKAT memuat tujuh kebiasaan utama yang menjadi indikator penilaian, yakni disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, kerja sama, kemandirian, dan semangat belajar. Slamet menjelaskan, pencatatan manual sebelumnya kerap menyulitkan rekapitulasi data. “Sebelumnya kami mencatat secara manual, sehingga sering kali data tercecer atau sulit direkap. Dengan SEPAKAT, semua tersimpan rapi dan bisa langsung dianalisis,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, setiap guru melakukan pencatatan secara berkala berdasarkan pengamatan di dalam maupun di luar kelas. Data tersebut kemudian diolah menjadi laporan perkembangan siswa yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Seluruh guru di SMPN 1 Jaken terlibat aktif sebagai pengguna aplikasi, dengan wali kelas berperan sebagai koordinator pemantauan perkembangan siswa di kelas masing-masing.
Sekolah juga merencanakan keterlibatan orang tua melalui akses terbatas agar dapat memantau perkembangan kebiasaan anak secara realtime. Penerapan aplikasi ini disebut turut mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila karena nilai-nilai yang dipantau sejalan dengan sejumlah dimensinya, seperti gotong royong, mandiri, dan berakhlak mulia.
Dari sisi teknis, aplikasi SEPAKAT dapat diakses melalui komputer maupun ponsel pintar untuk memudahkan input data kapan saja. Sistem ini dilengkapi fitur rekapitulasi otomatis guna membantu analisis perkembangan siswa, baik secara individu maupun klasikal.
Sejumlah siswa menyambut positif penerapan program tersebut. Mereka merasa lebih termotivasi menunjukkan perilaku positif karena kebiasaan baik yang dilakukan dicatat oleh guru. “Kami jadi lebih disiplin dan semangat, karena setiap kebiasaan baik yang dilakukan dicatat oleh guru,” kata salah satu siswa, Rahmat Adiwinata.
Melalui SEPAKAT, SMPN 1 Jaken berharap dapat membangun budaya sekolah yang lebih positif dan kondusif, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung perkembangan karakter peserta didik. Ke depan, sekolah berencana melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas penggunaan aplikasi serta mengembangkan fitur tambahan sesuai kebutuhan.