BERITA TERKINI
Siswa MTsN 41 Jakarta Tampilkan Tiga Riset Lingkungan di GYIIF–IYMIA 2026 Bogor

Siswa MTsN 41 Jakarta Tampilkan Tiga Riset Lingkungan di GYIIF–IYMIA 2026 Bogor

Bogor — Siswa MTsN 41 Al Azhar Asy-Syarif Jakarta berpartisipasi dalam ajang Global Youth International Indonesian Fair (GYIIF) dan International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) 2026 yang digelar di IPB University, Bogor, pada 15–18 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai negara dan menjadi ruang bagi pelajar untuk mempresentasikan inovasi di bidang lingkungan, kesehatan, serta pendidikan berkelanjutan.

Dalam ajang tersebut, MTsN 41 mengirimkan tiga tim riset dengan fokus isu yang berbeda, mulai dari evaluasi program lingkungan di madrasah, pemanfaatan limbah organik, hingga pengolahan minyak jelantah agar lebih ramah lingkungan.

Tim pertama membawa penelitian berjudul “LEAFY: A Fun App to Evaluate and Educate Adiwiyata Programs in South Jakarta Madrasah”. Ketua tim, Almira Azka Nabilah, menjelaskan aplikasi LEAFY dirancang untuk membantu madrasah mengevaluasi program Adiwiyata secara interaktif. “Melalui aplikasi ini, kami ingin membantu madrasah mengevaluasi Adiwiyata dengan cara yang lebih mudah dipahami dan melibatkan siswa secara langsung,” ujar Almira.

Aplikasi LEAFY memuat indikator Adiwiyata, kuis edukatif, serta materi pembelajaran lingkungan yang disesuaikan dengan karakter peserta didik madrasah.

Tim kedua menampilkan inovasi “Mangoderm Balm”, yakni deodorant pasta alami berbahan dasar kulit dan daun mangga. Ketua tim, Irsyad Afham Kamil, menyampaikan riset ini berangkat dari upaya pemanfaatan limbah organik serta kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan tubuh yang aman. “Kulit dan daun mangga memiliki kandungan antibakteri alami. Kami mengolahnya menjadi deodorant ramah lingkungan yang dapat membantu mencegah bau badan,” jelas Irsyad.

Adapun tim ketiga mengangkat penelitian “Utilizing Used Cooking Oil: Making Environmentally Friendly Ink for Calligraphy Works”. Ketua tim, Ashfa Amany Ahmad, mengatakan minyak jelantah diolah menjadi tinta kaligrafi ramah lingkungan. “Kami ingin mengurangi dampak pencemaran dari minyak jelantah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat untuk karya seni dan edukasi,” ungkapnya.

Kepala MTsN 41 Al Azhar Asy-Syarif Jakarta, Faizah, menyampaikan bahwa partisipasi siswa dalam ajang internasional ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan madrasah di bawah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, kegiatan riset menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi abad ke-21 bagi peserta didik. “Kami mendorong siswa untuk peka terhadap persoalan di masyarakat dan menuangkannya dalam riset yang solutif dan bermanfaat,” ujar Faizah.

Ia menambahkan, keikutsertaan dalam GYIIF dan IYMIA 2026 diharapkan dapat memperluas wawasan siswa sekaligus memperkuat peran madrasah dalam mendukung inovasi yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.