Bermain tanpa layar tetap menjadi aktivitas yang bernilai bagi anak, termasuk di era digital. Melalui permainan yang melibatkan interaksi langsung, anak dapat belajar bekerja sama dengan teman sebaya dalam mencapai tujuan bersama.
Selain kerja sama, permainan juga menjadi ruang bagi anak untuk berlatih menyelesaikan konflik. Ketika terjadi perbedaan pendapat atau perselisihan saat bermain, anak terdorong mencari cara agar permainan tetap berjalan, sekaligus memahami aturan dan batasan dalam berinteraksi.
Pengalaman tersebut turut membantu anak mengembangkan empati. Dengan berhadapan langsung dengan reaksi dan perasaan teman sebaya, anak belajar mengenali dampak sikapnya terhadap orang lain.
Berbagai keterampilan sosial itu disebut sebagai bekal penting untuk membentuk karakter yang kuat sejak dini. Interaksi yang terbangun saat bermain tanpa layar dapat mendukung perkembangan anak dalam memahami diri sendiri dan orang lain.