Serangan terhadap aset kripto dilaporkan melonjak tajam pada April 2026. Dalam periode tersebut, total kerugian akibat peretasan mencapai USD 647 juta atau sekitar Rp 11,21 triliun.
Kenaikan ini disebut mencapai 1.140% dibandingkan periode pembanding, dengan lonjakan kerugian terutama dipicu oleh peretasan berskala besar di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Perkembangan ini menegaskan tingginya risiko keamanan di ekosistem kripto, khususnya pada layanan DeFi yang menjadi sasaran utama dalam insiden besar selama April 2026.