Pihak SMA Dak Song di komune Duc An, Provinsi Lam Dong, melaporkan temuan selebaran berisi konten dan gambar sensitif yang dikaitkan dengan seorang guru perempuan di sekolah tersebut. Sekolah menyatakan telah meminta kepolisian untuk menyelidiki dan menangani kasus ini.
Kepala SMA Dak Song, Tran Cong Toan, pada sore 1 April membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan sekolah telah melaporkannya kepada Departemen Pendidikan dan Pelatihan serta Komite Partai komune Duc An. “Karena sifat masalah yang serius, pihak sekolah meminta polisi untuk menyelidiki dan menangani kasus ini,” ujarnya.
Berdasarkan laporan SMA Dak Song, sekitar pukul 06.50 pada 27 Maret, warga dan siswa menemukan sejumlah gambar yang dicetak, disalin, dan disebarkan di sekitar gerbang sekolah serta area parkir siswa. Penyebaran selebaran disebut berlanjut pada 30 dan 31 Maret, kali ini ditemukan di area parkir guru dan di luar pagar gerbang sekolah.
Pada pagi 1 April, kejadian serupa kembali terjadi. Sejumlah selebaran dilaporkan berserakan di depan gerbang sekolah. Sekolah menyebut gambar-gambar tersebut memuat konten sensitif yang berkaitan dengan seorang guru yang saat ini bekerja di SMA Dak Song.
Setelah selebaran ditemukan, guru dan staf sekolah segera mengumpulkan serta memusnahkannya, sekaligus memberitahukan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut. Pihak sekolah menilai insiden ini berdampak besar terhadap lingkungan pendidikan serta kegiatan belajar-mengajar.
SMA Dak Song juga menyatakan telah meminta guru yang terkait untuk menyerahkan laporan tertulis dan tengah bekerja sama dengan pihak berwenang guna mengklarifikasi peristiwa tersebut.