Samsung dikabarkan menyiapkan strategi baru untuk menghadirkan RAM dengan kinerja lebih cepat pada gadget-gadget terbarunya. Strategi tersebut dilakukan dengan mulai menerima pesanan terakhir untuk DRAM LPDDR4 dan LPDDR4X, dua teknologi RAM yang tergolong lebih lama.
Menurut laporan Sammobile pada Sabtu (18/4) waktu setempat, DRAM LPDDR4 pertama kali dirilis pada 2014 dengan kecepatan transfer data sekitar 3200–3733 Mbps. Sementara itu, DRAM LPDDR4X dirilis pada 2017 dengan kecepatan transfer data hingga 4266 Mbps. Kedua jenis RAM ini umum digunakan pada perangkat kelas menengah dan bawah.
Laporan tersebut menyebutkan, setelah Samsung menyelesaikan pesanan terakhir untuk DRAM lawas itu, perusahaan secara resmi tidak akan lagi memproduksi LPDDR4 dan LPDDR4X. Produksi keduanya disebut akan berlanjut hingga akhir tahun ini untuk memenuhi pesanan yang masuk, sebelum jalur produksi diperkirakan mulai dikonversi pada kuartal pertama tahun depan.
Seiring penghentian bertahap itu, Samsung dilaporkan akan beralih sepenuhnya ke RAM berteknologi lebih baru, yakni LPDDR5, untuk ponsel-ponselnya setelah persediaan LPDDR4X habis. Peralihan ini berpotensi menimbulkan perbedaan performa pada unit perangkat yang diproduksi belakangan. Salah satu contoh yang disebut adalah Galaxy A17, yang dikabarkan akan beralih dari DRAM lama ke LPDDR5 dengan kecepatan transfer data sekitar 50 persen lebih cepat dibandingkan LPDDR4X.
Penghapusan bertahap produk memori lama juga disebut dapat membebaskan kapasitas produksi Samsung. Kapasitas tersebut kemudian bisa dimanfaatkan untuk memproduksi memori yang lebih canggih dan dinilai lebih menguntungkan.
Di tengah tingginya permintaan semikonduktor memori dan kenaikan harga yang menyertainya, langkah ini diperkirakan membantu Samsung memaksimalkan peluang dari siklus super semikonduktor memori yang sedang berlangsung. Bagi konsumen, peralihan ke standar DRAM LPDDR5 juga dinilai memberi keuntungan karena perangkat yang lebih terjangkau berpeluang mendapatkan RAM yang lebih cepat.