SAN FRANCISCO — Samsung menegaskan bahwa fitur kecerdasan buatan (AI) di ponsel Galaxy S26 series tidak diposisikan sekadar sebagai tambahan, melainkan sebagai asisten digital yang dirancang untuk memudahkan aktivitas pengguna sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Head of Mobile Product Planning Samsung MX, Samsung Electronics, Minseok Kang, dalam wawancara di sela peluncuran Galaxy S26 series di San Francisco pada awal Maret. Menurut Kang, fokus utama AI bukan menjejalkan lebih banyak fitur, melainkan membuat penggunaan perangkat menjadi lebih sederhana.
“Apa yang dijanjikan AI sebenarnya bukanlah tentang menambahkan lebih banyak fitur, melainkan membuat hidup lebih mudah,” kata Kang di acara Galaxy Unpacked.
Untuk mencapai tujuan itu, Samsung menyebut AI di Galaxy S26 series dirancang agar bekerja di latar belakang dan membantu pengguna secara otomatis. Kang menjelaskan pendekatan ini membuat AI bersifat berbasis tugas (task-centric), bukan berbasis aplikasi (app-centric). Dengan konsep tersebut, beberapa tahapan penggunaan dapat dipangkas sehingga pengalaman AI terasa lebih langsung tanpa proses yang rumit.
Salah satu contohnya adalah fitur Now Brief, yang menampilkan rangkuman informasi penting seperti jadwal, cuaca, dan pengingat dalam satu tampilan. Fitur ini juga diklaim mampu memahami konteks pengguna. Misalnya, ketika pengguna lupa memasukkan reservasi ke kalender, Now Brief dapat mengenali situasi tersebut dan memberikan pengingat pada waktu yang tepat.
Samsung juga mencontohkan fitur Now Nudge, yang dapat menampilkan konten atau rekomendasi tindakan lanjutan secara kontekstual. Dalam ilustrasi yang disampaikan Kang, ketika pengguna diminta mengirim foto oleh teman, sistem dapat menampilkan pintasan ke gambar yang relevan tanpa pengguna harus membuka galeri dan mencari secara manual.
Selain itu, Galaxy S26 series disebut dibekali agentic AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri. Salah satu penerapannya adalah Call Screening, yang menangani panggilan dari nomor tidak dikenal atau nomor yang disembunyikan.
“Galaxy AI akan mengecek siapa yang menelepon dan apa alasannya. Kemudian memberikan ringkasan yang jelas di layar, sehingga pengguna bisa dengan mudah memutuskan untuk menerima atau menolak panggilan,” ujar Kang.
Menurutnya, fitur tersebut juga dapat mendeteksi panggilan spam atau penipuan, serta memberikan peringatan phishing ketika panggilan dinilai mencurigakan.
Fitur lain yang mengandalkan agen AI adalah Automated App Actions. Melalui fitur ini, pengguna dapat menjalankan aktivitas yang didukung ponsel tanpa perlu terus-menerus menatap layar.