BERITA TERKINI
Samsung: AI Akan Menjadi Kebutuhan Sehari-hari, Bukan Sekadar Fitur Tambahan

Samsung: AI Akan Menjadi Kebutuhan Sehari-hari, Bukan Sekadar Fitur Tambahan

LAS VEGAS — Samsung menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak lagi ditempatkan sebagai sekadar fitur tambahan atau “gimmick”. Perusahaan memandang AI akan menjadi kebutuhan yang hadir dalam keseharian pengguna, terutama di lingkungan rumah.

Pernyataan tersebut disampaikan ChonHong Ng, VP, Head of Regional Marketing, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, dalam wawancara mengenai arah pengembangan AI Samsung di Asia Tenggara, di sela pameran Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Menurut ChonHong, Samsung kini memasuki fase baru dalam perjalanan AI mereka. Jika sebelumnya AI hadir terutama sebagai fitur, perannya kini bergeser menjadi mitra tepercaya yang bekerja secara alami di latar belakang aktivitas harian pengguna. AI dirancang untuk membantu tanpa terasa rumit atau mengganggu.

Ia mencontohkan penerapan AI pada perangkat rumah tangga seperti lemari es. Dengan dukungan AI, lemari es dapat mengenali kebiasaan pengguna dan memantau kondisi isi di dalamnya. Ketika stok bahan makanan seperti susu atau telur mulai menipis, sistem dapat mengirimkan pengingat ke ponsel.

Pengguna juga dapat berinteraksi langsung dengan lemari es melalui perintah suara, termasuk untuk membantu merencanakan menu dan menyusun daftar belanja. Pendekatan ini dinilai relevan bagi konsumen di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terutama bagi mereka yang rutin berbelanja kebutuhan harian.

Selain memudahkan, AI juga disebut berperan dalam mengurangi pemborosan makanan melalui rekomendasi pembelian yang lebih tepat. Dalam konteks rumah, Samsung melihat AI dapat bekerja lintas perangkat, dari kulkas hingga TV, termasuk untuk mengoptimalkan kualitas gambar sesuai konten dan preferensi pengguna.

Di sisi lain, Samsung menekankan aspek keamanan sebagai fondasi. Perusahaan mengandalkan Knox, termasuk Knox Metrics, Dashboard, dan Vault, untuk membantu melindungi privasi pengguna saat AI semakin terintegrasi dalam perangkat sehari-hari.