BERITA TERKINI
Sam Altman Peringatkan AS soal AI Makin Canggih: Peluang Besar, Risiko Bencana Mengintai

Sam Altman Peringatkan AS soal AI Makin Canggih: Peluang Besar, Risiko Bencana Mengintai

CEO OpenAI Sam Altman menyampaikan peringatan kepada para pembuat kebijakan di Amerika Serikat agar segera menyiapkan langkah konkret menghadapi era kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut yang kerap disebut superintelligence.

Altman menilai AI bukan lagi sekadar konsep masa depan atau eksperimen laboratorium. Menurutnya, teknologi ini berkembang cepat dan mulai menjadi salah satu penggerak utama ekonomi sehari-hari. Karena itu, ia menekankan perlunya kesiapan menghadapi dua konsekuensi besar sekaligus: peluang ekonomi yang sangat besar dan risiko yang dapat berujung pada bencana.

Dalam penilaiannya, sistem AI yang semakin cerdas mulai mampu mengambil alih pekerjaan seperti pemrograman dan riset yang sebelumnya dikerjakan oleh satu tim. Ia juga memperkirakan model AI generasi berikutnya akan membawa perubahan yang jauh lebih besar, termasuk membantu ilmuwan menghasilkan penemuan penting dan memungkinkan satu orang menyelesaikan pekerjaan yang biasanya membutuhkan banyak tenaga.

Altman menambahkan bahwa pola kerja tenaga profesional sudah mulai berubah. Ia memberi contoh, cara kerja seorang programmer pada 2026 akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk jangka panjang, Altman memprediksi AI akan menjadi kebutuhan dasar layaknya listrik. Ia menggambarkan bahwa orang akan memiliki asisten pribadi yang sangat canggih dan berjalan melalui layanan cloud.

Ia juga memperkirakan penggunaan AI akan mengikuti skema berlangganan yang fleksibel. Semakin tinggi tingkat kecerdasan AI yang digunakan atau semakin intens pemakaiannya, semakin besar biaya bulanan yang harus dibayar.

Bagi Altman, pengembangan superintelligence tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi, tetapi juga persaingan geopolitik. Ia menekankan pentingnya Amerika Serikat untuk unggul lebih dulu dalam pengembangan teknologi tersebut sebelum didahului negara pesaing.

Meski demikian, Altman tidak sepakat jika proyek AI sepenuhnya diambil alih pemerintah. Ia menilai pendekatan seperti nasionalisasi berisiko gagal bila dijalankan sebagai proyek negara. Sebagai gantinya, ia mendorong model kerja sama antara pemerintah AS dan perusahaan swasta yang mengembangkan AI.

Di balik potensi manfaat, Altman juga menyoroti ancaman serius, termasuk risiko penyalahgunaan AI untuk mempercepat eksperimen biologi berbahaya. Ia mengatakan dunia semakin dekat pada situasi ketika model AI open-source memiliki kemampuan yang sangat tinggi di bidang biologi.