BERITA TERKINI
RS Menur: Terapi Anak Kecanduan Gadget dan Game Online Perlu Assessment Psikiater, Tak Bisa Instan

RS Menur: Terapi Anak Kecanduan Gadget dan Game Online Perlu Assessment Psikiater, Tak Bisa Instan

Surabaya—Penanganan anak yang mengalami kecanduan game online, gadget, hingga judi online tidak bisa dilakukan secara instan. Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RS Menur, dr. Rifatul Hasna, menegaskan bahwa terapi harus diawali pemeriksaan menyeluruh oleh psikiater.

“Terapi anak dengan kecanduan game online ataupun gadget tentu saja perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dulu dengan dokternya. Jadi nanti teman-teman psikiater dan psikiater anak remaja kami akan melakukan assessment,” kata Rifatul, Sabtu (10/5/2026).

Menurut Rifatul, hasil assessment menjadi dasar bagi tim medis untuk menentukan jenis terapi yang paling sesuai bagi pasien yang mengalami kecanduan game online maupun judi online. Ia menekankan bahwa terapi adiksi gadget bersifat komprehensif dan tidak dapat berjalan sendiri.

Dalam prosesnya, kata dia, dibutuhkan kerja sama erat antara tim medis dan orang tua atau sistem pendukung anak. “Teman-teman dari psikiater, ada psikolog dan perawat tentunya butuh dukungan orang tua,” ujarnya.

Rifatul menilai peran keluarga krusial untuk memastikan terapi berjalan konsisten di rumah. Tanpa dukungan orang tua, proses pemulihan dapat terhambat.

Terkait pilihan rawat jalan atau rawat inap, Rifatul menyebut keputusan ditentukan dokter setelah pemeriksaan medis. “Penyembuhannya ini tergantung dari kondisi masing-masing. Kondisi dari kecanduan gadgetnya juga,” kata dia.

Jika kondisi masih ringan, pasien dapat menjalani rawat jalan dengan rangkaian layanan, termasuk konseling dengan psikolog klinis. Dalam tahap ini, pasien dapat diberikan terapi perilaku atau bentuk penanganan lain sesuai kebutuhan.

Sementara itu, jika kondisi dinilai berat hingga mengganggu lingkungan atau membahayakan diri sendiri, rawat inap dapat menjadi opsi. “Kalau misalkan itu memang kondisinya sangat berat sehingga sampai merusak atau mengganggu lingkungannya atau bahkan dirinya sendiri, itu nanti masih harus dirawat inap. Nah itu nanti juga akan dilihat perkembangannya,” tegas Rifatul.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi setiap anak berbeda sehingga terapi tidak bisa dipukul rata. “Tidak bisa kemudian disamakan antara satu anak dengan anak yang lainnya,” katanya.

Secara umum, Rifatul menyampaikan proses pemulihan membutuhkan waktu karena yang ditangani adalah kecanduan itu sendiri. “Tapi secara keseluruhan itu pasti butuh waktu karena yang kita obati adalah kecanduannya itu,” pungkasnya.