Aktivitas distribusi barang di Indonesia umumnya meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri seiring naiknya konsumsi masyarakat. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memperkirakan volume distribusi selama Ramadan dapat naik hingga sekitar 30 persen dibandingkan periode normal, dipicu peningkatan transaksi perdagangan dan belanja daring.
Kenaikan permintaan tersebut kerap menekan sistem distribusi, terutama di wilayah perkotaan yang sudah dihadapkan pada kemacetan. Kondisi ini dapat memperlambat pengiriman dan mendorong biaya logistik, karena perusahaan perlu menambah armada, persediaan, maupun pusat distribusi untuk menjaga kelancaran pasokan. Situasi itu menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan sistem transportasi dan logistik yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif.
Untuk merespons tantangan tersebut, Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, dosen Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER), menginisiasi proyek riset L-TEAM (Logistics Technology for Efficient Autonomous Mobility). Inisiatif penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem logistik cerdas berbasis kendaraan otonom dan robot yang dapat saling berkomunikasi serta berkoordinasi melalui algoritma kecerdasan buatan.
Proyek L-TEAM memperoleh pendanaan melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Kolaborasi Internasional (RIIM KI), skema pendanaan riset yang mendorong kolaborasi strategis antara Indonesia dan mitra internasional. Dalam pelaksanaannya, Dr. Zaki bekerja bersama tim peneliti Universitas Pertamina, yakni Dr. Arie Sukma Jaya dari Program Studi Teknik Mesin dan Dr. Eng. Wahyu Kunto Wibowo dari Program Studi Teknik Elektro. Riset ini juga melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Southern University of Science and Technology (SUSTech) di Tiongkok, serta Zhejiang CoTEK Robotics Co., Ltd.
Riset L-TEAM menitikberatkan pengembangan teknologi yang memungkinkan kendaraan otonom atau robot logistik bekerja tanpa bergantung pada satu komputer pusat yang mahal. Dalam rancangan tersebut, setiap robot dapat beroperasi secara mandiri, namun tetap dapat berbagi informasi dan bekerja sama melalui algoritma yang dikembangkan untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, pendekatan ini diarahkan untuk membuat distribusi barang lebih efisien dan andal. “Kami mengembangkan algoritma yang memungkinkan kendaraan atau robot logistik saling berkoordinasi dengan lebih presisi. Dengan begitu, proses pengiriman barang dapat tetap berjalan lancar meskipun menghadapi kondisi lalu lintas yang padat dan sulit diprediksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, teknologi tersebut dinilai semakin relevan pada periode lonjakan distribusi, seperti menjelang Ramadan dan Idulfitri. “Pada situasi ketika volume pengiriman meningkat dan lalu lintas menjadi lebih padat, misalnya, sistem yang mampu beradaptasi secara cepat dan terkoordinasi akan sangat membantu menjaga kelancaran distribusi barang,” kata Dr. Zaki.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, menyampaikan bahwa pendanaan yang diperoleh proyek ini mencerminkan penguatan kapasitas riset Universitas Pertamina dalam menjawab tantangan di masyarakat. Ia juga menyebut pengembangan teknologi logistik cerdas berbasis kendaraan otonom sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Melalui riset ini, kami berharap dapat berkontribusi pada pengembangan sistem transportasi yang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi teknologi bagi tantangan masa depan,” ujar Prof. Wawan.