BERITA TERKINI
Riset L-TEAM Kembangkan Sistem Logistik Cerdas untuk Antisipasi Lonjakan Distribusi Ramadan

Riset L-TEAM Kembangkan Sistem Logistik Cerdas untuk Antisipasi Lonjakan Distribusi Ramadan

Aktivitas distribusi barang di Indonesia selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri diperkirakan meningkat signifikan seiring naiknya konsumsi masyarakat. Asosiasi Logistik Indonesia memperkirakan volume distribusi barang selama Ramadan naik sekitar 30 persen dibandingkan periode normal, didorong pertumbuhan transaksi perdagangan dan belanja daring, Kamis (19/3/2026).

Peningkatan tersebut kerap menekan sistem distribusi, terutama di wilayah perkotaan yang sudah dihadapkan pada kemacetan lalu lintas. Dampaknya tidak hanya memperlambat pengiriman, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya logistik karena perusahaan perlu menambah armada, persediaan, serta pusat distribusi untuk menjaga kelancaran pasokan.

Untuk merespons tantangan itu, Muhammad Zaki Almuzakki, dosen Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina, menginisiasi proyek riset L-TEAM (Logistics Technology for Efficient Autonomous Mobility). Riset ini berfokus pada pengembangan sistem logistik cerdas berbasis kendaraan otonom dan robot yang dapat berkomunikasi serta berkoordinasi melalui algoritma kecerdasan buatan.

Proyek tersebut memperoleh pendanaan melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Kolaborasi Internasional, skema yang mendorong kolaborasi penelitian strategis antara Indonesia dan mitra global. Dalam pelaksanaannya, Zaki bekerja sama dengan tim peneliti lintas disiplin, termasuk dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Southern University of Science and Technology, serta Zhejiang CoTEK Robotics Co., Ltd.

Dalam riset L-TEAM, teknologi yang dikembangkan memungkinkan kendaraan otonom atau robot logistik beroperasi tanpa bergantung pada satu komputer pusat yang mahal. Setiap unit dapat bekerja mandiri, namun tetap terhubung melalui algoritma untuk berbagi informasi dan berkoordinasi, termasuk dalam menentukan rute pengiriman, menghindari kemacetan, serta merespons perubahan kondisi lalu lintas secara real-time.

“Melalui algoritma yang kami kembangkan, kendaraan atau robot logistik dapat berkoordinasi dengan lebih presisi. Dengan begitu, proses distribusi barang tetap berjalan lancar meskipun menghadapi kondisi lalu lintas yang padat dan dinamis,” ujar Zaki.

Ia menilai teknologi tersebut semakin relevan pada periode lonjakan distribusi seperti Ramadan dan Idulfitri. Menurutnya, sistem yang adaptif dan terkoordinasi dapat membantu menjaga efisiensi distribusi di tengah peningkatan permintaan.

Rektor Universitas Pertamina, Wawan Gunawan A. Kadir, mengatakan keberhasilan proyek ini memperoleh pendanaan internasional mencerminkan menguatnya kapasitas riset perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat. “Pengembangan teknologi logistik cerdas berbasis kendaraan otonom ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung sistem transportasi yang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Melalui riset ini, Universitas Pertamina menyatakan berharap dapat berkontribusi pada pengembangan sistem logistik nasional yang lebih modern dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi teknologi.