Perkembangan dunia kesehatan global dinilai semakin mengarah pada pendekatan yang lebih preventif dan prediktif. Inovasi berbasis riset menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan kesehatan di masa depan, terutama di tengah meningkatnya penyakit kronis serta kebutuhan layanan kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Prodia Education and Research Institute (PERI) menghadirkan Prodia Science Award 2026 sebagai ajang penghargaan ilmiah bagi peneliti, akademisi, dan klinisi di Indonesia yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi biomedis.
Ketua Dewan Pengurus PERI, Endang Hoyaranda, mengatakan PERI bersama Prodia ingin mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kemampuan memprediksi risiko kesehatan melalui pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi modern, seperti analisis biomarker, big data, hingga artificial intelligence. Menurut Endang, pendekatan ini dapat mendorong transformasi layanan kesehatan agar tidak semata berfokus pada pengobatan, melainkan juga pencegahan sejak dini.
Puncak acara Prodia Science Award 2026 digelar di Prodia Tower, Jakarta Pusat, pada Jumat, 9 Mei 2026. Sekitar 100 undangan hadir, terdiri dari dekan fakultas kedokteran, akademisi, peneliti, klinisi, serta jajaran manajemen Prodia Group dan PERI.
Endang menyebut ajang ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga langkah strategis untuk membangun masa depan kesehatan yang lebih baik dengan riset, inovasi, dan kolaborasi sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Founder dan Komisaris Utama Prodia sekaligus Chairman PERI, Andi Wijaya, turut menyampaikan perjalanan Prodia selama lebih dari lima dekade dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Komitmen tersebut, menurutnya, diwujudkan melalui pengembangan berbagai inisiatif ilmiah, publikasi jurnal, hingga pembentukan sister company yang mendukung ekosistem kesehatan dan inovasi biomedis di Indonesia.
Acara ini juga menghadirkan keynote speaker Dewi Muliaty yang memaparkan perkembangan industri biomedis serta menekankan pentingnya inovasi berbasis riset untuk membangun sistem kesehatan masa depan yang lebih presisi dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian utama kegiatan, panitia mengumumkan tiga pemenang dari berbagai institusi di Indonesia yang telah melalui proses seleksi dan penjurian. Para pemenang memperkenalkan inovasi riset biomedis yang dinilai memiliki potensi implementasi nyata untuk mendukung perkembangan layanan kesehatan nasional.