Tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (LPPM ITB) mengembangkan teknologi pengolahan minyak sawit menjadi bahan bakar nabati jenis bensin ramah lingkungan atau green gasoline. Teknologi ini memanfaatkan proses perengkahan katalitik untuk mengubah bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) menjadi produk energi.
Penelitian tersebut dipimpin Dr. IGBN Makertihartha bersama sejumlah pakar teknologi kimia. Informasi riset ini dipublikasikan melalui laman Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit pada Jumat (27/03/2026).
Dalam publikasi itu disebutkan, konsumsi bahan bakar minyak pada 2030 diproyeksikan meningkat 1,5 kali lipat hingga mencapai 107 juta kiloliter per tahun. Pada saat yang sama, sekitar 55,64 persen kebutuhan energi nasional masih dipenuhi melalui impor. Di sisi lain, produksi minyak sawit mentah Indonesia yang mencapai 32 juta ton per tahun dinilai berpotensi meningkat hingga dua kali lipat.
Pengolahan komoditas domestik menjadi bensin hijau dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri.
Riset LPPM ITB berfokus pada dua sasaran teknis untuk mendukung hilirisasi industri sawit, yakni perancangan katalis khusus dan pembangunan unit skala rintisan berupa reaktor pilot guna memvalidasi performa proses perengkahan dalam kondisi nyata.
Dalam pengembangannya, tim menggunakan material pendukung Zeolit Sustained Mobil Five (ZSM5) berpori hirarki yang berperan sebagai agen pemecah rantai karbon. Katalis berbasis ZSM5 tersebut dilaporkan memiliki tingkat aktivitas, selektivitas, dan stabilitas yang sangat tinggi.
Tahapan riset dilakukan melalui beberapa fase, mulai dari sintesa katalis HyZSM5 di laboratorium, uji aktivitas untuk mengukur efektivitas material dalam memproses bahan baku, perancangan proses teknis yang dinilai optimal untuk skala industri, hingga pembangunan reaktor pilot sebagai jembatan menuju komersialisasi.
Hasil pengujian menunjukkan konversi RBDPO mencapai 100 persen. Proses ini menghasilkan beragam fraksi bahan bakar bernilai oktan tinggi, dengan komposisi produk berupa green gasoline berangka oktan Research Octane Number (RON) 96 sebesar 60 persen, green Liquefied Petroleum Gas (LPG) 25 persen, serta Light Cycle Oil (LCO) dan Heavy Cycle Oil (HCO) 15 persen.
Tim peneliti juga melaporkan keberhasilan identifikasi kondisi operasi optimum yang memastikan mutu bensin yang dihasilkan berada pada standar tinggi. Prototipe reaktor pilot yang telah dibangun disebut menjadi bukti teknis kelayakan hilirisasi kelapa sawit melalui perengkahan katalitik, dengan fraksi bensin sebagai produk dominan berkat penggunaan katalis ZSM5 berpori hirarki.