BERITA TERKINI
Riset IPB Kembangkan MDAG Berbasis Sawit, Diklaim Penuhi Standar Ekspor Uni Eropa

Riset IPB Kembangkan MDAG Berbasis Sawit, Diklaim Penuhi Standar Ekspor Uni Eropa

Tim peneliti South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) mengembangkan teknologi sintesis Mono-Diasilgliserol (MDAG) berbasis kelapa sawit. Inovasi ini memanfaatkan beberapa jenis bahan baku sawit untuk menghasilkan bahan tambahan pangan yang selama ini disebut masih didominasi produk impor.

Riset tersebut menghasilkan sintesis MDAG pada skala laboratorium sebagai tahap awal menuju proses komersialisasi. Berdasarkan hasil riset, sintesis MDAG dari tiga jenis bahan baku sawit menghasilkan fraksi Monoasilgliserol (MAG) sebesar 43,30 persen hingga 50,33 persen, serta Diasilgliserol (DAG) sebesar 28,13 persen sampai 37,66 persen. Gabungan kedua komponen itu disebut menjadi dasar pemenuhan standar mutu untuk kebutuhan industri manufaktur global.

MDAG merupakan salah satu turunan minyak kelapa sawit yang banyak digunakan sebagai bahan pengemulsi. Dalam industri pangan, pengemulsi berperan menjaga kestabilan campuran bahan baku. Penggunaannya antara lain pada pembuatan margarin, mentega kacang, krimer kopi, kembang gula, dan puding, serta pada produk roti, biskuit, dan kue kering.

Penelitian ini dipimpin Profesor Nuri Andarwulan bersama tim, dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Riset dilaporkan telah memasuki tahun kedua pada skala pabrik percontohan.

Dalam pengujian skala laboratorium, tim SEAFAST Center LPPM IPB menggunakan teknik reaksi gliserolisis dengan bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPStearin), Refined Bleached Deodorized Palm Olein (RBDPOlein), serta campuran RBDPOlein dan RBDPStearin.

Pengujian kualitas dilakukan dengan merujuk pada regulasi Uni Eropa, yang menetapkan sejumlah parameter untuk produk MDAG, antara lain kandungan MDAG minimal 70 persen, gliserol bebas maksimal 7 persen, bilangan asam maksimal 6, serta kadar air maksimal 2 persen. Berdasarkan analisis laboratorium, produk yang dihasilkan disebut telah memenuhi seluruh kriteria tersebut.

Selain itu, produk ini juga disebut memperoleh status aman dari lembaga pengawas pangan Amerika Serikat, United States Food and Drug Administration (US-FDA), yang menunjukkan penggunaannya dinilai tidak membahayakan kesehatan konsumen.

Saat ini, tim peneliti melanjutkan peningkatan kapasitas produksi menuju skala pilot plant. Tahap ini dipandang penting sebagai landasan teknis sebelum teknologi diterapkan pada skala industri yang lebih besar di Indonesia.