BERITA TERKINI
RI–Korea Sepakati Kerja Sama Digital: Perkuat Jaringan, Keamanan Data, dan Talenta AI

RI–Korea Sepakati Kerja Sama Digital: Perkuat Jaringan, Keamanan Data, dan Talenta AI

Pemerintah Indonesia dan Republik Korea menyepakati kerja sama strategis di bidang digital yang difokuskan pada peningkatan kualitas layanan publik, penguatan keamanan data, serta pengembangan talenta kecerdasan artifisial (AI). Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan Kementerian Sains dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Republik Korea.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan dampak langsung yang dapat dirasakan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menargetkan peningkatan kualitas jaringan digital, termasuk pengembangan teknologi komunikasi generasi berikutnya, sehingga masyarakat dapat memperoleh koneksi internet yang lebih stabil untuk kebutuhan sekolah, layanan kesehatan, dan kegiatan usaha.

Di sisi pelindungan publik, kerja sama mencakup penguatan pengawasan ruang digital dan keamanan data. Meutya menyebut masyarakat diharapkan mendapatkan perlindungan yang lebih kuat dari kebocoran data dan penyalahgunaan informasi. Selain itu, disiapkan pula program literasi digital guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara aman dan produktif.

Meutya menegaskan fokus utama kerja sama adalah manfaat nyata bagi publik, termasuk akses layanan publik yang lebih mudah. Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan AI tidak hanya berhenti pada aspek teknologi, melainkan harus menjawab kebutuhan sektor strategis. Pemanfaatan AI, kata dia, diarahkan untuk pendidikan, kesehatan, dan pangan—mulai dari membantu guru mengajar, mempercepat pekerjaan tenaga kesehatan, hingga mendukung petani dalam pengambilan keputusan.

Pada sektor ekonomi, kerja sama ini membuka peluang bagi pelaku usaha digital dan startup melalui penguatan ekosistem serta kolaborasi dengan sektor swasta. Sementara pada sisi sumber daya manusia, Indonesia akan menjalankan program pelatihan, beasiswa, dan pertukaran tenaga ahli untuk meningkatkan jumlah talenta AI dan teknologi maju yang siap masuk industri. Meutya menilai talenta digital menjadi kunci agar lebih banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna.

Kerja sama juga mencakup pemanfaatan infrastruktur AI, termasuk komputasi berperforma tinggi, untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi di dalam negeri. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan terarah, kedua negara akan membentuk komite bersama yang memantau program dan hasil kerja sama.

Kesepakatan ini berlaku selama lima tahun dan akan diterjemahkan ke dalam program konkret lintas sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital. Pemerintah menargetkan masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi dalam kehidupan sehari-hari melalui implementasi kerja sama tersebut.