Ramadan kerap menjadi momen bagi keluarga untuk memperkuat pendidikan anak, termasuk pembiasaan ibadah dan pembentukan karakter. Namun, di era gadget, perhatian anak semakin mudah teralihkan oleh penggunaan perangkat digital yang hadir dalam keseharian.
Situasi ini membuat orang tua menghadapi tantangan ganda: menjaga suasana Ramadan tetap kondusif untuk kegiatan positif, sekaligus mengarahkan penggunaan gadget agar tidak mengganggu aktivitas belajar, ibadah, dan interaksi di rumah.
Di tengah perubahan pola asuh dan kebiasaan anak akibat teknologi, Ramadan dapat menjadi waktu untuk menata ulang rutinitas keluarga. Pengaturan waktu, pendampingan, serta komunikasi yang baik menjadi bagian penting agar anak tetap mendapatkan nilai pendidikan yang sejalan dengan semangat Ramadan.