PTPN IV PalmCo menyatakan siap menjadi lokasi implementasi awal introduksi tiga spesies serangga penyerbuk unggul asal Tanzania, Afrika Timur, dalam upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional. Perusahaan juga menyiapkan kebunnya sebagai pusat pembelajaran lapangan serta lokasi monitoring dan evaluasi setelah pelepasan serangga penyerbuk tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo yang diwakili Direktur Operasional Rediman Silalahi dalam acara pelepasan serangga penyerbuk di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, Simalungun. Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-45 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).
Rediman menjelaskan, keberhasilan penyerbukan menjadi faktor kunci dalam menentukan tingkat pembentukan buah (fruit set) yang berpengaruh langsung terhadap produksi. Namun, dalam kondisi tertentu penyerbukan alami dinilai tidak selalu optimal, sehingga memerlukan intervensi tambahan seperti asistensi penyerbukan manual yang membutuhkan biaya dan sumber daya besar.
Menurut Rediman, proses introduksi serangga penyerbuk tersebut telah melalui rangkaian penelitian, pengujian, serta karantina yang ketat. Hal itu, kata dia, memberikan keyakinan bagi pelaku usaha bahwa inovasi dilakukan secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab.
Melalui introduksi serangga penyerbuk unggul ini, PTPN IV PalmCo melihat peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat stabilitas produksi, serta mengurangi ketergantungan pada intervensi manual. Inovasi tersebut dinilai berbasis kajian ilmiah dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
PTPN IV juga menilai keberhasilan program ini menjadi bukti penting bahwa kemajuan industri kelapa sawit perlu didorong melalui pendekatan berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Riset ini melibatkan kerja sama sejumlah pihak, antara lain Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Badan Pengelola Dana Perkebunan, Badan Karantina Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), serta konsorsium perusahaan anggota Gapki.