BERITA TERKINI
PT Timah Dukung Riset Siswa SMPN 1 Simpang Pesak di Ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2025

PT Timah Dukung Riset Siswa SMPN 1 Simpang Pesak di Ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2025

PT Timah Tbk memberikan dukungan kepada siswa SMP Negeri 1 Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur, yang mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia Tahun 2025. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat pendidikan dan inovasi generasi muda di wilayah operasional perusahaan.

Dalam ajang tersebut, dua siswa SMPN 1 Simpang Pesak berhasil menembus 50 besar tingkat nasional. Mereka juga menjadi satu-satunya perwakilan dari Bangka Belitung yang lolos ke tahap kedua kompetisi.

“Alhamdulillah, tahun ini siswa kami masuk 50 besar nasional dan menjadi satu-satunya perwakilan dari daerah yang lolos ke tahap kedua,” ujar Kepala SMP Negeri 1 Simpang Pesak, Herman Sujono.

Riset yang diusung para siswa berfokus pada inovasi pengolahan gedebong pisang menjadi produk pangan bernilai ekonomi berupa sambal lingkung. Selama ini, masyarakat umumnya memanfaatkan daun dan buah pisang, sementara bagian batang dinilai belum dioptimalkan. Melalui penelitian tersebut, siswa menyimpulkan gedebong pisang dapat diolah menjadi produk makanan dengan cita rasa khas yang berbeda dari olahan berbahan ikan.

Untuk memastikan keamanan produk, tim siswa melakukan uji laboratorium keamanan pangan di dua lokasi berbeda. Hasil pengujian menyatakan produk tersebut aman untuk dikonsumsi.

Dalam proses pengembangan inovasi, PT Timah memberikan dukungan berupa pembiayaan uji laboratorium serta peralatan produksi, termasuk mixer untuk menunjang pembuatan produk. Dukungan ini disebut membantu persiapan menuju tahap 20 besar nasional sekaligus mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis riset di lingkungan sekolah.

“Sekolah kami memiliki keterbatasan anggaran. Dukungan PT TIMAH sangat membantu dalam memberdayakan siswa agar lebih kreatif dan aktif. PT TIMAH menjadi salah satu penopang kegiatan inovasi di sekolah kami,” kata Herman.

Produk hasil inovasi siswa saat ini mulai dipasarkan secara terbatas di lingkungan sekolah dan guru sebagai langkah awal pengembangan kewirausahaan. Sebelumnya, SMP Negeri 1 Simpang Pesak juga disebut aktif mengembangkan inovasi penelitian lain, di antaranya pengolahan biji karet menjadi minyak sabun.

Herman berharap kolaborasi dengan PT Timah dapat berlanjut untuk mendukung lahirnya inovator muda di Belitung Timur. “Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Semoga ke depan semakin banyak program yang bisa memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat Belitung Timur,” ujarnya.

Dukungan PT Timah terhadap riset siswa ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya inovasi sejak dini, dengan harapan generasi muda semakin percaya diri mengembangkan gagasan kreatif yang bermanfaat bagi daerah dan masa depan bangsa.