BERITA TERKINI
PT Nose Herbal Indo Resmikan Pusat Inovasi untuk Riset Bahan Baku Herbal Kosmetik

PT Nose Herbal Indo Resmikan Pusat Inovasi untuk Riset Bahan Baku Herbal Kosmetik

PT Nose Herbal Indo, perusahaan manufaktur kontrak produksi (maklon) kosmetik, meresmikan laboratorium pusat inovasi bernama Nose Innovation Center di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). Fasilitas ini ditujukan untuk penelitian dan pengembangan (research & development) herbal Indonesia sebagai bahan baku kosmetik.

Vice-CEO PT Nose Herbal Indo, Sri Rahayu Widya Ningrum, mengatakan pusat inovasi tersebut dibentuk untuk mendorong peningkatan produksi kosmetik dan produk wellness (kesehatan) lokal. Melalui fasilitas ini, perusahaan menargetkan percepatan industri kosmetik dan wellness berbasis bahan lokal yang berkualitas, sekaligus selaras dengan standar regulasi yang berlaku.

“Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong terciptanya industri kosmetik dan wellness yang semakin kompetitif, serta memiliki kredibilitas tinggi dalam penerapan standar mutu dan regulasi,” kata Sri dalam peresmian di kantor PT Nose Herbal Indo, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Menurut Sri, langkah tersebut juga diarahkan untuk memperkuat inovasi melalui kolaborasi antara akademisi, pelaku industri, dan pemerintah. Ia menyebut, selama lebih dari enam tahun terakhir, perusahaan yang memproduksi untuk jenama NPURE dan Finally Found You itu berfokus pada riset ilmiah dalam pengembangan kosmetik.

Inisiatif riset ilmiah tersebut dinilai sejalan dengan model kolaborasi academic, business, and government (ABG) yang diinisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperkuat ekosistem inovasi kosmetik di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan pemanfaatan tanaman herbal terbagi menjadi dua kategori, yakni untuk kosmetik dan jamu. Ia memaparkan, dari sekitar 20.000 nomor izin edar produk jamu yang terdaftar, hanya sekitar 91 produk yang telah naik kelas menjadi obat herbal terstandar. Dengan kata lain, masih kurang dari 1% produk jamu yang benar-benar berlandaskan riset saintifik.

“Oleh karena itu, kami sangat mendukung Innovation Center oleh PT Nose Herbal Indo. Karena untuk mempercepat pengembangan (produk berbahan baku herbal berbasis riset ilmiah),” kata Taruna.

Taruna berharap, dengan diresmikannya pusat inovasi tersebut, semakin banyak industri kosmetik dan wellness yang mengembangkan produk berbasis penelitian dan pengembangan. Ia juga menyampaikan target agar proporsi produk herbal berlandaskan riset ilmiah dapat meningkat bertahap dari di bawah 1% saat ini menjadi 10% hingga 20% dalam jangka panjang.

“Ini seperti snow ball (bola salju). Kalau satu bergerak, yang lain akan ikut. Kita harapkan ini menginspirasi industri kosmetik dan obat herbal lainnya untuk berbasis riset,” ujarnya.