BERITA TERKINI
Psikolog Ingatkan Dampak Ketergantungan Gadget pada Anak dan Pentingnya Pendampingan Orangtua

Psikolog Ingatkan Dampak Ketergantungan Gadget pada Anak dan Pentingnya Pendampingan Orangtua

Kecanduan gadget pada anak menjadi tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dinilai dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kemampuan bersosialisasi, hingga kondisi emosional anak. Karena itu, pendampingan orangtua disebut penting untuk membentuk kebiasaan digital yang sehat.

Psikolog anak Grace Eugenia Sameve menjelaskan, gadget tidak selalu berdampak negatif jika digunakan secara bijak dan berada dalam pengawasan orangtua. Namun, ia mengingatkan agar anak tidak tumbuh terlalu bergantung pada perangkat digital.

“Yang perlu diperhatikan adalah anak tidak tumbuh terlalu dependent (ketergantungan) dengan gawai maka aktivitas non-gawai juga harus dikenalkan dan dilatih,” ujarnya.

Ketergantungan terhadap gadget dapat membuat anak sulit fokus, terutama saat belajar. Dorongan untuk terus membuka layar berpotensi mengganggu perhatian anak, termasuk ketika berada di lingkungan sekolah. Anak juga dapat menjadi kurang peka terhadap kondisi sekitar karena terlalu larut dalam dunia digital.

Selain itu, penggunaan gadget secara berlebihan dikaitkan dengan gangguan pola tidur dan kestabilan emosi. Anak bisa lebih mudah gelisah atau marah ketika akses terhadap gadget dibatasi. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat memengaruhi perkembangan sosial maupun kesehatan mental anak.

Untuk mengurangi ketergantungan, orangtua disarankan menetapkan batas waktu penggunaan gadget secara jelas. Anak perlu memahami pembagian waktu untuk belajar, bermain, dan beristirahat tanpa layar. Aturan penggunaan gadget juga perlu diterapkan secara konsisten di rumah.

Orangtua juga dinilai perlu memberi contoh penggunaan gadget yang bijak. Anak cenderung meniru kebiasaan orang dewasa di sekitarnya, sehingga pola penggunaan gadget dalam keluarga menjadi perhatian penting. Konsistensi orangtua dapat membantu membangun disiplin digital pada anak.

Di luar penerapan aturan, aktivitas alternatif tanpa gadget juga perlu diperbanyak agar anak tidak terus terpaku pada layar. Kegiatan seperti membaca, menggambar, olahraga, hingga bermain di luar rumah dapat membantu mengalihkan perhatian anak dari perangkat digital dan menjaga keseimbangan aktivitas sehari-hari.

Pengendalian penggunaan gadget pada anak juga disebut membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Dengan pendekatan yang tepat, gadget tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan hiburan tanpa mengganggu tumbuh kembang anak.