Penggunaan gawai pada anak menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang tua di tengah perkembangan teknologi. Psikolog klinis anak dan remaja Adisti Fathimah Soegoto, M.Psi., Psikolog, BFRP, membagikan sejumlah ide permainan kreatif yang bisa dilakukan di rumah tanpa bantuan layar digital.
Dalam siaran pers yang dirilis awal pekan ini, Adisti menekankan bahwa aktivitas bermain yang sederhana namun interaktif dinilai lebih efektif untuk menstimulasi perkembangan anak dibandingkan permainan pasif melalui layar gawai.
Salah satu permainan yang disarankan adalah bermain gelembung busa atau bubbles. Aktivitas ini melibatkan aspek visual sekaligus koordinasi fisik. Orang tua dapat meniup gelembung, lalu memberi instruksi khusus kepada anak, misalnya memecahkan gelembung hanya dengan siku, lutut, atau jari telunjuk.
Menurut Adisti, permainan sederhana tersebut dapat membantu anak belajar mengikuti aturan. “Dari permainan yang sederhana ini, anak belajar mengenai bagaimana mengikuti aturan,” ujarnya.
Ide permainan lainnya adalah masak-masakan. Orang tua dapat mengajak anak melakukan simulasi memasak di lingkungan yang aman. Aktivitas ini disebut bermanfaat untuk melatih imajinasi, sekaligus mengasah kemampuan motorik halus ketika anak berpura-pura mengolah bahan makanan.
Meski gawai tidak sepenuhnya dapat dihindari dalam kehidupan modern, Adisti mengingatkan pentingnya pendampingan dan aturan yang jelas. Orang tua diminta tetap memegang kendali, termasuk mendampingi anak saat menggunakan gawai serta konsisten menerapkan batasan, baik dari sisi durasi maupun aktivitas yang dilakukan anak.