Pemerintah provinsi menyiapkan rencana penerapan Internet of Things (IoT) di sektor transportasi sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur cerdas inti. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat koneksi data antara kendaraan, manusia, infrastruktur, dan lembaga pengelola guna membangun ekosistem transportasi cerdas yang tersinkronisasi, dengan penekanan pada keamanan dan keselamatan data serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan praktik internasional.
Secara umum, provinsi menargetkan penerapan IoT dapat meningkatkan kapasitas manajemen negara, menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas, sekaligus mendorong pembangunan perkotaan berkelanjutan dan pertumbuhan sosial-ekonomi.
Rencana tersebut dibagi dalam tiga fase. Pada fase 2026–2028, fokus diarahkan pada penyempurnaan mekanisme dan kebijakan, pengembangan platform, serta uji coba di sejumlah rute dan persimpangan utama. Pada periode ini, provinsi juga akan meningkatkan Pusat Operasi Cerdas (Intelligent Operation Center/IOC) tingkat provinsi.
Fase berikutnya, 2029–2030, menargetkan perluasan penerapan ke wilayah perkotaan, kawasan industri, dan rute transportasi utama. Dalam tahap ini, pemerintah provinsi menetapkan sasaran integrasi 100% data IoT lalu lintas ke dalam IOC.
Memasuki fase 2031–2035, provinsi menargetkan penyelesaian ekosistem transportasi cerdas. Pengembangan transportasi hijau akan dilakukan secara bertahap, disertai kajian penerapan kendaraan otonom.
Dalam pelaksanaannya, pengembangan infrastruktur IoT akan diintegrasikan ke dalam perencanaan kota, pembangunan, dan transportasi. Pemerintah provinsi berencana berinvestasi pada sistem sensor dan kamera di rute, persimpangan, halte bus, serta area logistik untuk mengumpulkan data yang digunakan dalam kebutuhan manajemen. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data akan didorong untuk analisis, prediksi, dan optimalisasi arus lalu lintas, termasuk upaya mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan.
Sejumlah aplikasi praktis juga disiapkan, antara lain pengumpulan tol elektronik, kontrol muatan kendaraan, dan sistem peringatan dini kecelakaan. Pemerintah provinsi turut merencanakan pembangunan platform data lalu lintas terbuka untuk melayani warga dan pelaku usaha, serta pengembangan layanan digital seperti peta digital, logistik cerdas, dan transportasi bersama.
Komite Rakyat Provinsi menugaskan Departemen Konstruksi sebagai lembaga pelaksana utama untuk menjalankan rencana tersebut. Departemen ini akan berkoordinasi dengan berbagai departemen, sektor, dan daerah guna membangun pusat pemantauan dan pemanfaatan sistem transportasi berbasis IoT, serta menstandarkan dan menghubungkan data dengan sistem nasional.