BERITA TERKINI
Google Hapus 28 Aplikasi Palsu yang Mengaku Bisa Sadap WhatsApp dan Riwayat Panggilan

Google Hapus 28 Aplikasi Palsu yang Mengaku Bisa Sadap WhatsApp dan Riwayat Panggilan

Google menghapus 28 aplikasi Android dari Google Play Store setelah diketahui terkait praktik penipuan digital. Aplikasi-aplikasi tersebut sebelumnya mengklaim dapat menampilkan riwayat panggilan telepon, pesan SMS, hingga percakapan WhatsApp seseorang hanya dengan memasukkan nomor telepon target. Namun, data yang ditampilkan ternyata palsu dan dibuat secara otomatis oleh sistem aplikasi.

Kasus ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber ESET melalui hasil penelitian yang dipublikasikan pada Mei 2026. Dalam laporannya, ESET menamai kelompok aplikasi tersebut sebagai “CallPhantom”. ESET menilai aplikasi-aplikasi itu memiliki pola operasi yang serupa, yakni memancing rasa penasaran pengguna dengan janji dapat melihat aktivitas komunikasi orang lain secara diam-diam.

Berdasarkan investigasi ESET, aplikasi-aplikasi tersebut menawarkan layanan palsu berupa akses ke riwayat panggilan, log WhatsApp, serta data SMS dari nomor tertentu. Pengguna diminta memasukkan nomor telepon target untuk melihat informasi yang diklaim tersedia. Namun sebelum data dapat dibuka, pengguna terlebih dahulu diwajibkan membayar biaya layanan atau berlangganan.

Setelah pembayaran dilakukan, aplikasi menampilkan data yang terlihat meyakinkan, seperti nama kontak, nomor telepon, durasi panggilan, hingga waktu komunikasi. Meski demikian, ESET menemukan informasi itu bukan data asli, melainkan hasil rekayasa yang dibuat secara acak menggunakan kode otomatis di dalam aplikasi.

Temuan tersebut menunjukkan aplikasi-aplikasi itu tidak memiliki kemampuan untuk mengakses riwayat panggilan, SMS, maupun pesan WhatsApp milik orang lain. Modusnya semata-mata untuk menipu pengguna agar membayar layanan yang sebenarnya tidak pernah ada.

Salah satu aplikasi yang ditemukan dalam jaringan ini berjudul “Call History of Any Number”. Aplikasi tersebut sempat menarik perhatian karena menggunakan nama pengembang yang menyerupai domain resmi pemerintah India, yakni “Indian gov.in”. Namun, ESET menyatakan aplikasi itu tidak memiliki hubungan apa pun dengan pemerintah India.

ESET melaporkan seluruh aplikasi terkait kepada Google pada 16 Desember 2025. Laporan itu disampaikan karena ESET merupakan bagian dari App Defense Alliance, kerja sama keamanan digital yang bertujuan menjaga ekosistem aplikasi Android dari ancaman siber.

Setelah menerima laporan, Google kemudian menghapus seluruh aplikasi tersebut dari Google Play Store. Langkah ini dilakukan untuk mencegah lebih banyak pengguna menjadi korban penipuan digital yang berkedok aplikasi pelacak WhatsApp dan riwayat panggilan.

Kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi, terutama yang menawarkan kemampuan tidak masuk akal seperti menyadap pesan pribadi atau melihat riwayat komunikasi orang lain. Pengguna juga disarankan memeriksa ulasan aplikasi, identitas pengembang, serta izin akses yang diminta sebelum memasang aplikasi di perangkat.