BERITA TERKINI
Proporsi Pengguna Internet Pascabayar Menyusut pada 2025, Prabayar Dominan

Proporsi Pengguna Internet Pascabayar Menyusut pada 2025, Prabayar Dominan

Proporsi pengguna internet prabayar di Indonesia meningkat tajam pada 2025. Dalam survei terbaru, pengguna prabayar tercatat mencapai 93,07%, sementara pengguna pascabayar turun menjadi 6,93%.

Perubahan ini kontras dengan kondisi pada 2024. Saat itu, pengguna prabayar berada di angka 78,32% dan pascabayar masih 21,68%. Data tersebut mengindikasikan pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih skema layanan internet.

Secara umum, perbedaan prabayar dan pascabayar terletak pada sistem pembayaran dan pola penggunaan. Layanan prabayar mengharuskan pengguna mengisi pulsa atau membeli paket data terlebih dahulu sebelum digunakan. Adapun pascabayar memungkinkan layanan dipakai lebih dulu, lalu tagihan dibayarkan di akhir periode, umumnya setiap bulan.

Dari sisi metode pembayaran, prabayar dinilai memberi kontrol pengeluaran yang lebih jelas karena pemakaian menyesuaikan saldo atau paket yang dibeli. Sementara pascabayar menawarkan keleluasaan penggunaan, tetapi berpotensi menimbulkan tagihan lebih besar apabila tidak dikelola dengan baik.

Prabayar juga cenderung lebih fleksibel karena pengguna dapat menyesuaikan pembelian paket sesuai kebutuhan. Proses pendaftarannya relatif mudah tanpa verifikasi yang rumit. Sebaliknya, pascabayar umumnya memerlukan registrasi lebih panjang, namun menawarkan paket lebih besar serta tambahan layanan atau benefit premium.

Penurunan tajam pengguna pascabayar pada 2025 menunjukkan kecenderungan masyarakat yang kian mengutamakan fleksibilitas dan kontrol biaya dalam penggunaan internet. Di sisi lain, pascabayar tetap memiliki daya tarik bagi pengguna dengan kebutuhan internet tinggi karena sistem tagihan bulanan dan layanan yang lebih lengkap.

Survei ini melibatkan 8.700 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia, dengan cakupan populasi warga negara Indonesia berusia minimal 13 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, yang dinilai membantu menggambarkan kondisi di lapangan secara lebih representatif.