BERITA TERKINI
PRIMA ITB 2024 Tampilkan Capaian Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat serta Bedah Buku “Budaya Ilmiah Unggul”

PRIMA ITB 2024 Tampilkan Capaian Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat serta Bedah Buku “Budaya Ilmiah Unggul”

Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar PRIMA ITB 2024, sebuah agenda seminar dan pameran yang menampilkan capaian riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat sepanjang 2024. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST), Direktorat Penerapan Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (DPITM), 12 Fakultas/Sekolah, serta Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa).

Pameran PRIMA ITB 2024 menampilkan poster dan produk unggulan yang dapat diakses melalui booth pameran fisik maupun Virtual Gallery Poster di situs prima.itb.ac.id.

Selain pameran, PRIMA ITB 2024 juga menghadirkan acara bedah buku “Budaya Ilmiah Unggul” karya Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D. Bedah buku tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Stella Christie, Ph.D.; Ketua Senat Akademik ITB Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D.; serta Rektor ITB terpilih periode 2025–2030 Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara.

Asisten Direktur Bidang Pengabdian kepada Masyarakat DRPM ITB, Denny Willy Junaidy, S.Sn., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa ITB terus mendorong penguatan budaya penelitian sebagai bagian penting dari kehidupan akademik. Menurutnya, melalui PRIMA, ITB menegaskan komitmen memperluas diseminasi pengetahuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sains, teknologi, seni, dan matematika, sekaligus mempererat hubungan antara pasokan pengetahuan dari kampus dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa pada 2024 sebanyak 14 dosen ITB masuk daftar Top 2% Scientist in the World: Single Year Impact yang dirilis Stanford University. ITB juga mencatat peningkatan jumlah publikasi di jurnal internasional bereputasi. Di bidang inovasi, ITB membina lebih dari 275 startup, dengan delapan di antaranya mengikuti program Primestep yang didanai ADB.

ITB juga disebut menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang aktif mendaftarkan paten internasional melalui Patent Cooperation Treaty (PCT). Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat pengakuan global terhadap inovasi yang dihasilkan.

Di sektor pengabdian kepada masyarakat, ITB menjalankan program yang menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Berbagai teknologi, mulai dari pengeboran air, penyediaan air bersih siap minum, konektivitas internet, hingga teknologi pertanian, telah diterapkan di 86 desa di Indonesia Timur. Denny juga menyebutkan pemanfaatan aplikasi DESANESHA untuk memfasilitasi koneksi antara kepala desa dan para pakar guna meningkatkan Indikator Desa Membangun (IDM).

Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan penelitian ilmiah merupakan salah satu pilar utama dalam upaya mencapai tujuan besar ITB. Ia menyatakan budaya penelitian perlu tertanam kuat dalam kehidupan akademik dan berkembang secara konsisten untuk mewujudkan Budaya Ilmiah Unggul di ITB.

Menurut Reini, Budaya Ilmiah Unggul mengacu pada upaya menjadikan penelitian sebagai rutinitas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat akademik. Budaya tersebut harus berbasis ilmiah dan menjadi kebiasaan yang melekat, sementara keunggulan dimaknai sebagai dorongan untuk terus melahirkan karya terbaik tanpa cepat berpuas diri atas capaian yang ada.

Dalam rangka apresiasi, ITB memberikan PRIMA Award kepada dosen berprestasi di bidang riset, inovasi, pengabdian masyarakat, dan kerja sama. Penghargaan serupa juga disiapkan untuk Booth Fakultas/Sekolah Favorit, Startup Terbaik, serta Mitra Pemberdaya yang dinilai berkontribusi signifikan dalam mendukung visi ITB sebagai institusi akademik yang Locally Relevant, Globally Respected.