Pemerintah resmi menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini mewajibkan seluruh platform digital membatasi akses anak sesuai usia serta memperkuat pelindungan data pribadi anak.
Di tengah penggunaan perangkat digital yang kian sulit dihindari, orang tua tetap perlu mengambil peran aktif agar anak menggunakan gadget secara bijak. Tanpa pengawasan dan pengaturan yang konsisten, kebiasaan bermain gadget berisiko berkembang menjadi kecanduan yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, kondisi emosional, hingga kemampuan sosial anak.
Berikut lima langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mengatasi kecanduan gadget pada anak.
1. Menetapkan batas waktu penggunaan gadget
Orang tua dapat membuat aturan yang jelas mengenai durasi penggunaan gadget. Contohnya, anak hanya diperbolehkan menggunakan gadget selama 1–2 jam per hari di luar waktu belajar. Kunci dari langkah ini adalah konsistensi, sehingga anak terbiasa disiplin terhadap aturan yang telah disepakati.
2. Mengajak anak melakukan aktivitas alternatif
Waktu layar dapat dikurangi dengan mengalihkan perhatian anak ke kegiatan lain yang bermanfaat dan menyenangkan, seperti bermain di luar rumah, membaca buku, menggambar, atau berolahraga. Aktivitas tersebut dapat mendukung perkembangan fisik sekaligus kreativitas anak.
3. Menjadi contoh yang baik
Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Jika orang tua sering menggunakan gadget saat bersama anak, upaya membatasi penggunaan perangkat digital akan lebih sulit. Karena itu, orang tua disarankan mengurangi penggunaan gadget ketika berinteraksi dengan anak dan lebih mengutamakan komunikasi langsung.
4. Menerapkan zona bebas gadget
Orang tua dapat menetapkan area tertentu di rumah sebagai zona bebas gadget, misalnya ruang makan atau kamar tidur. Aturan ini membantu anak tidak bergantung pada perangkat digital, terutama saat makan dan menjelang tidur.
5. Membangun komunikasi yang terbuka
Diskusi dengan anak mengenai dampak penggunaan gadget yang berlebihan juga penting. Orang tua dapat menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami tentang risiko seperti gangguan tidur, berkurangnya fokus, hingga masalah kesehatan. Dengan komunikasi yang terbuka, anak diharapkan lebih memahami alasan pembatasan dan bersedia bekerja sama.