BERITA TERKINI
Polres Simalungun Ingatkan Bahaya Menggunakan Gadget Saat Berkendara

Polres Simalungun Ingatkan Bahaya Menggunakan Gadget Saat Berkendara

SIMALUNGUN — Polres Simalungun mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan gadget saat berkendara karena berisiko mengganggu konsentrasi dan memicu kecelakaan lalu lintas. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan angka kecelakaan di wilayah hukumnya.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Kamis, 30 April 2026, sekitar pukul 23.10 WIB, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa menggunakan gadget saat berkendara sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Verry. Menurutnya, kebiasaan membaca atau membalas pesan singkat ketika mengemudi kerap dianggap sepele, padahal dapat menurunkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak mempertaruhkan keselamatan hanya karena aktivitas berkomunikasi. “Chat dari seseorang memang bisa membuat kita senang, tetapi jangan sampai hal itu justru membuat kita celaka di jalan,” katanya.

Verry menambahkan, penggunaan gadget saat berkendara disebut menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Karena itu, Polres Simalungun terus melakukan edukasi agar masyarakat lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan.

Ia menyarankan, apabila ada keperluan mendesak untuk menggunakan ponsel, pengendara sebaiknya menepi terlebih dahulu di tempat yang aman. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika memang ada keperluan mendesak untuk menggunakan ponsel, sebaiknya menepi terlebih dahulu di tempat yang aman,” ucapnya.

Imbauan keselamatan ini disampaikan melalui sosialisasi langsung di lapangan, serta melalui media sosial dan berbagai platform komunikasi lain agar menjangkau lebih banyak masyarakat. Verry menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif untuk membangun kesadaran berlalu lintas.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Polri hadir tidak hanya untuk menindak, tetapi juga untuk mengingatkan dan melindungi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa gangguan konsentrasi saat berkendara dapat memperlambat reaksi pengemudi terhadap situasi di jalan dan berujung pada kecelakaan. Polres Simalungun berharap masyarakat semakin bijak menggunakan teknologi, khususnya ketika berada di jalan raya, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Mari kita jaga bersama demi diri kita, keluarga, dan sesama pengguna jalan,” tutup Verry.