Palangka Raya—Penggunaan gadget dan internet di era digital dinilai perlu disikapi secara bijak, terutama di kalangan anak muda yang kerap tidak bisa lepas dari perangkat tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Duta Humas Polda Kalimantan Tengah, Yowen, menyayangkan masih minimnya kesadaran sebagian anak muda dalam menggunakan gadget di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia menilai, anak muda yang tidak selektif dalam memilih lingkungan pergaulan berisiko lebih besar terdampak pengaruh negatif.
“Karena anak muda di zaman sekarang ini sangat kurangnya kesadaran dalam bergadget, karena mungkin mereka dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan mereka seperti teman mereka yang ingin menyesatkan atau mengajak kita untuk melakukan hal-hal yang negatif begitu kan,” kata Yowen saat mengisi program Apresiasi Budaya di Pro 4 RRI Palangka Raya, Senin, 20 April 2026.
Sementara itu, Duta Humas Polda Kalimantan Tengah lainnya, Rabeka, menekankan pentingnya peran orang tua dalam memperhatikan tanda-tanda anak mulai mengalami kecanduan gadget. Salah satu indikasi yang disebutkan adalah kecenderungan anak menarik diri dari lingkungan sosial.
“Mungkin lebih sering mengurung diri di kamar gituah. Lebih asyik dengan dunianya sendiri, dengan handphone-nya sendiri dibandingkan berinteraksi dengan orang-orang di dunia luar. Itu contoh simpel daripada orang yang sudah kita katakan kecanduan seperti itu,” ujar Rabeka.
Rabeka menambahkan, pengawasan dan pendampingan yang tepat dari orang tua diperlukan untuk mencegah dampak buruk akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol. Ia juga mengingatkan bahwa kecanduan gadget dapat membuat anak lebih rentan terpapar konten negatif di internet, seperti judi online, pornografi, hingga perilaku menyimpang lain yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.