BERITA TERKINI
Petinggi Samsung Paparkan Tiga Sinyal Kunci agar AI Dipercaya Pengguna

Petinggi Samsung Paparkan Tiga Sinyal Kunci agar AI Dipercaya Pengguna

LAS VEGAS — Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama setelah hadirnya ChatGPT. Namun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, data, atau aspek teknis lainnya. Faktor kepercayaan pengguna juga dinilai menjadi penentu agar AI dapat diterima lebih luas.

Dalam forum bertajuk “In Tech We Trust? Rethinking Security and Privacy in the AI Age” yang digelar pada acara Samsung The First Look di Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, riset Edelman disebut menunjukkan adanya kesenjangan tingkat kepercayaan antara teknologi secara umum dan AI. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa meskipun masyarakat terbiasa memakai teknologi digital, AI masih kerap dipandang dengan kecurigaan.

Head of Security Governance Lab. APC Samsung, Shin-chul Baik, menilai kepercayaan terhadap AI tidak cukup dibangun melalui klaim atau janji. Menurut dia, kepercayaan harus bisa dirasakan secara nyata oleh pengguna, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data.

Shin menyebut setidaknya ada tiga sinyal utama yang menentukan apakah pengguna dapat mempercayai AI. Pertama, prediktabilitas, yakni kemampuan AI bekerja secara konsisten dan transparan sehingga pengguna merasa memegang kendali, bukan dikendalikan oleh sistem.

Kedua, perlindungan data secara lokal, khususnya untuk menangani informasi sensitif dan data pribadi. Ketiga, ekosistem yang mampu melindungi dirinya sendiri, di mana perangkat dapat saling memantau dan mengautentikasi satu sama lain untuk menghadapi potensi ancaman.

Shin menambahkan, Samsung berupaya mengambil peran dalam aspek keamanan melalui fitur Samsung Knox. Knox disebut dirancang sebagai inti keamanan di ekosistem perangkat Samsung, termasuk perlindungan yang hadir di level chipset sebagai komponen dasar di berbagai perangkat.

Samsung juga melengkapinya dengan Knox Matrix, sistem keamanan lintas perangkat yang memungkinkan produk dalam satu ekosistem saling mengenali, mengautentikasi, dan menjaga satu sama lain. Melalui Knox Matrix, perangkat Samsung disebut tidak bekerja sendiri-sendiri karena seluruh perangkat dalam satu ekosistem dapat saling memantau.