BERITA TERKINI
Perbincangan “Krisis Ojol” Ramai di X, Driver Soroti Potongan Tarif dan Sistem Aplikasi

Perbincangan “Krisis Ojol” Ramai di X, Driver Soroti Potongan Tarif dan Sistem Aplikasi

Perbincangan mengenai dugaan “krisis ojol” ramai di media sosial X. Sejumlah warganet membagikan pengalaman dan keluhan terkait layanan transportasi online, baik dari sisi penumpang maupun pengemudi.

Salah satu unggahan yang beredar menyoroti besarnya potongan tarif yang diambil aplikasi. Dalam unggahan tersebut, disebutkan perjalanan GrabCar dari Cileungsi menuju BSD membuat penumpang membayar sekitar Rp158 ribu, belum termasuk tol. Namun, menurut informasi yang disampaikan pengemudi, pendapatan yang diterima driver disebut hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp106 ribu.

Keluhan juga datang dari pengemudi yang menilai perhitungan pendapatan kerap tidak sebanding dengan pengeluaran. Setelah memperhitungkan biaya bahan bakar, waktu, dan tenaga, sebagian driver mengaku pendapatan yang diterima terasa kurang menguntungkan. Kondisi ini disebut membuat beberapa pengemudi memilih tidak mengambil pesanan tertentu.

Selain potongan tarif, sistem aplikasi turut menjadi sorotan. Dalam salah satu unggahan, disebutkan pesanan makanan dengan jarak sekitar 1,5 kilometer justru diterima pengemudi yang berada lebih dari 5 kilometer dari lokasi penjemputan. Situasi tersebut dinilai dapat membuat proses pengantaran menjadi lebih lama.

Dampaknya, pengalaman pengguna ikut terpengaruh. Sejumlah pelanggan mengaku harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan driver, bahkan ada pesanan yang dibatalkan karena tidak ada pengemudi yang mengambil order.

Perbincangan mengenai isu ini terus berkembang di media sosial. Sejumlah warganet menilai situasi tersebut menjadi pengingat bahwa ekosistem transportasi online melibatkan berbagai pihak—mulai dari perusahaan aplikasi, pengemudi, hingga pengguna—yang saling bergantung satu sama lain.