Rencana perbaikan jaringan Partial Cut Tahuna–Melonguane yang dijadwalkan berlangsung pada 16–24 April mendatang diperkirakan akan mengganggu layanan internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Informasi tersebut menjadi perbincangan di tengah masyarakat karena aktivitas harian, termasuk kegiatan ekonomi, banyak bergantung pada koneksi internet.
Gangguan jaringan dinilai dapat berdampak pada laju perekonomian warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, menyampaikan bahwa meskipun gangguan diperkirakan terjadi selama sembilan hari, akan ada beberapa titik lokasi yang menyediakan akses internet yang dapat digunakan masyarakat.
Adapun rangkaian kegiatan restorasi Partial Cut Tahuna–Melonguane yang akan dilakukan selama perbaikan meliputi:
Cutting Drive (Operasi Pemotongan Kabel)
Tahap awal ketika bagian kabel yang rusak dipotong dan diangkat ke permukaan laut menggunakan kapal serta peralatan khusus.
Laying Cable Jumper (Penggelaran Kabel Jumper)
Setelah bagian yang rusak dipisahkan, tim menyiapkan dan memasang kabel pengganti (jumper) untuk menghubungkan kembali bagian kabel yang masih berfungsi.
Final Joint (Penyambungan Akhir Kabel Jumper)
Kedua ujung kabel disambungkan kembali menggunakan peralatan khusus yang dirancang tahan terhadap kondisi dasar laut.
Testing and Stability Test (Pengetesan Sinyal dan Kualitas)
Setelah penyambungan selesai, dilakukan pengujian menyeluruh untuk memastikan sinyal kembali normal, tidak ada gangguan, dan koneksi stabil.
Clear Out
Tahap akhir ketika kapal perbaikan meminta izin untuk meninggalkan lokasi pekerjaan.