PepsiCo bersama National Geographic Society mengumumkan pendanaan untuk lima riset pertanian terbaru yang ditujukan mempercepat penerapan praktik pertanian regeneratif di sejumlah negara. Program ini mencakup pengembangan inovasi dari revitalisasi padang rumput hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menerjemahkan temuan terkait organisme tanah menjadi panduan praktis bagi petani.
Riset tersebut akan difokuskan pada tanaman pangan penting di wilayah produksi yang terdampak tekanan perubahan iklim. Para peneliti yang terlibat berasal dari komunitas National Geographic Explorers dan dipilih melalui proposal yang masuk dari 140 negara.
Salah satu proyek yang didanai berasal dari Indonesia melalui inisiatif LIFE (Inovasi Tanah untuk Pangan dan Pemberdayaan) yang digagas peneliti Al Greeny S Dewayanti. Proyek ini mengembangkan sistem tumpang sari jagung dan sacha inchi, tanaman yang disebut sebagai “superfood” karena kandungan Omega 3, 6, dan 9 yang tinggi.
Melalui pendekatan berbasis teknologi, riset LIFE menggabungkan analisis DNA tanah dengan aplikasi berbasis AI untuk memulihkan kualitas lahan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Chief Science and Innovation Officer National Geographic Society, Ian Miller, menyatakan pendekatan tersebut sedang diuji di kawasan Labuan Bajo dan diperkirakan dapat memenuhi hingga 80 persen kebutuhan pangan keluarga di wilayah tersebut.
“Untuk pertama kalinya, petani bisa memahami kondisi tanah mereka secara sederhana, bahkan seperti membaca ramalan cuaca,” kata Ian dalam siaran tertulis pada Minggu (112/4/2026).
Dalam riset ini, sampel tanah dianalisis menggunakan metode metabarcoding DNA untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang berperan dalam kesehatan tanah. Hasil analisis kemudian diolah menjadi panduan praktis melalui aplikasi AI, misalnya rekomendasi penggunaan kompos atau penilaian kesiapan lahan untuk ditanami.
Proyek tersebut juga memuat aspek pemberdayaan perempuan. Sebanyak 50 pionir perempuan dilibatkan dalam pengelolaan koperasi serta pengolahan sacha inchi menjadi produk bernilai tambah, seperti minyak.
Pendanaan riset ini merupakan bagian dari inisiatif “Food for Tomorrow” yang diluncurkan pada 2025 sebagai kolaborasi PepsiCo dan National Geographic Society. Ian menyebut pertanian regeneratif menjadi fokus penting dalam menjawab tantangan lingkungan, termasuk perlindungan ekosistem, pemulihan lanskap, dan pengurangan jejak karbon.