Bojonegoro – Pengurus Inspira Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo) periode 2025–2030 resmi dilantik pada Jumat (10/04/2026). Pelantikan ini menandai penguatan kolaborasi antara kalangan akademisi, peneliti, dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Bojonegoro melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.
Inspira Risbo merupakan wadah bagi akademisi dan periset di Bojonegoro untuk berkontribusi melalui riset, pengabdian masyarakat, serta publikasi ilmiah. Organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak kontribusi intelektual yang dapat menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan daerah.
Acara pelantikan dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah. Sementara itu, pelantikan jajaran pengurus baru dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Inspira Risbo, Cantika Wahono.
Cantika menyampaikan Inspira Risbo dibentuk sebagai ruang kolaboratif bagi para intelektual Bojonegoro untuk menghadirkan solusi nyata bagi daerah. Ia berharap semakin banyak inovasi yang lahir melalui riset dan pengabdian masyarakat serta memberikan dampak luas.
Ia juga mengapresiasi kehadiran unsur pemerintah daerah dalam pelantikan tersebut. Menurut Cantika, keterlibatan pemerintah dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus referensi dalam menyusun program kerja yang relevan dengan isu strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Nurul Azizah menilai kehadiran Inspira Risbo sebagai langkah positif untuk memperkuat ekosistem pengetahuan di Bojonegoro. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan riset.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuka peluang kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti BRIDA, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan ide kreatif dan solusi inovatif untuk menjawab tantangan pembangunan di Bojonegoro.
Dengan pelantikan pengurus baru ini, Inspira Risbo diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi akademik, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak perubahan berbasis ilmu pengetahuan di daerah.